Korban Banjir Demo Pemkab Bireuen

March 16, 2026 - 19:31
Ratusan korban banjir dari berbagai desa menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin (16/3/2026). (FOTO: Fadjar I HABADAILY.COM)

‎HABADAILY.COM - Ratusan korban banjir dari berbagai desa menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin (16/3/2026). Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan terkait penanganan korban banjir yang hingga kini dinilai belum memberikan kepastian bagi masyarakat terdampak.‎

‎Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa menyampaikan beberapa poin tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah segera menyediakan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban yang kehilangan rumah, membuka keterbukaan informasi publik terkait anggaran, data korban dan penerima bantuan, serta menuntut transparansi penggunaan dana bencana.‎

‎Selain itu, massa juga meminta adanya keadilan dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran, pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak, serta langkah penanganan banjir yang berkelanjutan agar musibah serupa tidak terus berulang.‎

‎Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu berlangsung dengan tertib. Namun hingga pukul 11.05 WIB, Bupati Bireuen H Mukhlis ST tidak kunjung menemui para peserta aksi.‎

‎Beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Bireuen kemudian hadir menemui massa, di antaranya Sekda Bireuen Hanafiah, Asisten I Mulyadi, dan Asisten II Mawardi. Dalam pertemuan tersebut, Asisten II Mawardi menyampaikan bahwa Bupati sedang berada di Banda Aceh untuk memenuhi agenda dinas.‎

 Ratusan korban banjir dari berbagai desa menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin (16/3/2026). (FOTO: Fadjar I HABADAILY.COM)

‎Koordinator aksi, Halimah, meminta agar para pejabat yang hadir dapat menghubungi Bupati melalui telepon agar para pengungsi setidaknya dapat mendengar langsung penjelasan dari orang nomor satu di Bireuen tersebut.‎

‎“Kami hanya ingin didengar. Rakyat sedang menunggu beliau. Kalau tidak bisa hadir, setidaknya kami bisa mendengar langsung penjelasan dari bupati,” ujar Halimah di hadapan massa aksi.‎

‎Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi. Hingga aksi damai berakhir, belum ada kesepakatan konkret antara pemerintah daerah dan para pengungsi terkait tuntutan yang disampaikan.

‎Meski demikian, para peserta aksi tetap menutup kegiatan dengan tertib sambil berharap pemerintah segera memberikan langkah nyata bagi masyarakat korban banjir yang hingga kini masih menunggu kepastian.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.