USK Raih 3 Emas dan 2 Perak di Ajang Inovasi Internasional di Vietnam

July 2, 2025 - 12:20
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global dengan membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak dari International Product Innovation Competition 2025 (Innovation 2025) di Hanoi, Vietnam. (FOTO: USK untuk Habadaily.com)

HABADAIL.COM - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global dengan membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak dari International Product Innovation Competition 2025 (Innovation 2025) di Hanoi, Vietnam.

Kompetisi bergengsi ini merupakan bagian dari kegiatan Sustainable Agriculture, Food, and Energy (SAFE) 2025 yang diselenggarakan di National Economic University, Hanoi, pada 26-28 Juni 2025.

Keberhasilan di Innovation 2025 ini menunjukkan potensi besar mahasiswa USK dalam menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan isu keberlanjutan global, sekaligus menegaskan posisi USK sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia.

Mengusung tema "Empowering Sustainability, Advancing Innovation," ajang ini menjadi platform bagi berbagai komunitas dan peserta dari berbagai negara, termasuk Vietnam, Pakistan, Thailand, Malaysia, dan Filipina, untuk menampilkan ide-ide inovatif. Dari 52 inovasi yang lolos ke babak final, tim USK berhasil menunjukkan dominasinya.

USK mengirimkan tiga tim andalannya, dengan dua di antaranya berhasil mendominasi podium juara.

Tim XEERELAM sukses meraih satu medali emas dan satu medali perak berkat inovasi minyak urut berbahan dasar minyak nilam dengan ekstrak rempah Aceh dan dried flower. Tim ini beranggotakan Fathia Maula Caisary, Varza Setia, dan Najwa Audi Windira dari Program Studi Teknik Industri.

Prestasi luar biasa juga ditorehkan oleh tim ECOPANA yang berhasil menyabet dua medali emas. Inovasi mereka adalah kemasan ramah lingkungan yang terbuat dari pelepah pisang dengan pewarna alami dari kulit kacang.

Produk ini menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah sampah plastik dan memanfaatkan limbah pertanian. Tim ECOPANA diperkuat oleh Cut Hidarajatun Najah dan Farin Aisya Amyri, keduanya juga dari Program Studi Teknik Industri.

Kedua tim peraih emas ini dibimbing langsung oleh Ir. Sarika Zuhri, dosen Program Studi Teknik Industri USK.

Tak hanya itu, tim SAVEPLANT juga berkontribusi dengan meraih satu medali perak melalui aplikasi berbasis machine learning. Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi penyakit pada daun tumbuhan, bertujuan untuk pencegahan dini dan peningkatan produksi pertanian berkelanjutan.

Tim SAVEPLANT terdiri dari Rahmat Maulana (Teknik Elektro), Muhammad Cheryl Amelin Alsa (Agribisnis), Ajibul Riski (Teknik Komputer), dan Dhiya Rahmad (Teknik Elektro), yang dibimbing oleh Dr. Ir. Melinda.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan usaha dari tim USK, prestasi ini bisa dicapai," ujarnya. Ia berharap keberhasilan ini dapat memacu kreativitas dan inovasi seluruh mahasiswa USK untuk terus berkontribusi meraih prestasi, khususnya di kancah internasional.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, mengungkapkan kebanggaannya.

"Mahasiswa USK akan terus berkembang, membanggakan universitas, dan dikenal tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga internasional," kata Prof. Farid.

Editor: Suryadi

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.