Misteri "Goet-Goet Panyang Ikue", Lebih dari Sekadar Burung Bubut

May 16, 2025 - 13:30
Misteri "Goet-Goet Panyang Ikue", Lebih dari Sekadar Burung Bubut. (FOTO: Doc. Habadaily.com)
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Di kalangan masyarakat Aceh, lantunan syair "Goet-Goet Panyang Ikue" tentu sudah sangat familiar. Sekilas, frasa ini menggambarkan seekor burung bubut (dalam Bahasa Aceh disebut "goet-goet") yang memiliki ekor panjang.

Namun, bagi banyak orang Aceh, syair ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam, sebuah nazam atau bahasa kiasan yang merekam jejak sejarah dan kekecewaan.

Syair ini diyakini kuat sebagai buah karya ulama kharismatik Aceh, Abu Hasan Krueng Kalee, yang ditujukan kepada Abu Daud Beureu'eh, tokoh penting Aceh pasca kemerdekaan Indonesia.

Kutipan lirik syair tersebut, seperti yang dilansir dari thread Kaskus oleh Mahdi dari Kesdam 993, memberikan petunjuk akan makna tersembunyi di baliknya:

- GÔET-GÓET PANYANG IKUE (Pesawat Pembelian Orang Aceh)
- GEULUNGKU PANYANG MATA (Meminta Emas yang di pajang di Monas)
- DI PÈ JIÔEH-JIÔH (Pesawat Terbang dari Aceh Ke Jakarta)
- DI PIYÔEH GAMPÔENG JAWA (Mendarat di Jakarta)
- GAMPÔENG JAWA PIH KA TUTÓENG (Pecah Perang dengan Belanda di Jawa)
- JAK BLÒE BAKÔENG KÊU KÊURIJA (Persiapan Acara Kedatangan Sukarno ke Aceh)
- KÊURIJA PIH TAN JADÈH (Tidak menemui titik temu yang menguntungkan aceh untuk pisah hanya di jadikan provinsi)
- LINTÔE GÊU WÈH MALAM BARÓESA (Pemberhentian Abu Daud dari Gubernur Militer)
- PAKÉN KA WÈH ÎKAH LINTÔE (Pemberhentian Abu Daod Beureueh dan Tidak sesuai keinginan orang Aceh)
- DARA BARÔE KA MÊUTUKA IJA (Bendera Aceh tidak berkibar yang berkibar bendera RI)
- DAK MÊUTUKA URÊUNG ACEH
- LÊUBÈH-LÈUBÈH TANYÓE URÊUNG KAYA (tidak apa apa kata orang aceh yang penting Allah tau kebaikan orang aceh dalam membantu orang Jawa)

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.