Korban Tertimbun Longsor di Bener Meriah Masih Dalam Pencarian

January 10, 2025 - 09:35
Petugas bersama warga tengah melakukan pembersihan di kawasan longsor di Bener Meriah. [Dok. BPBA]

HABADAILY.COM - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah pada Kamis (9/1/2025) sore mengakibatkan dua korban jiwa dan sejumlah kerusakan material. 

Kedua korban meninggal dunia adalah Fajri (18 tahun), warga Peureulak, dan Hanif (46 tahun), warga Sukarame, Kecamatan Wih Pesam. Hingga saat ini, satu korban masih dalam proses pencarian akibat sulitnya akses menuju lokasi terdampak.

Baca juga: Hujan Lebat, Jalan Desa di Kebayakan Dilanda Longsor

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Kecamatan Wih Pesam, Desa Pante Raya Barat dan Desa Uning Bertih, disusul longsor di Kecamatan Permata dan Timang Gajah sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari menjadi pemicu utama bencana ini.

Baca juga: Korban Longsor Bener Meriah Mulai Terima Bantuan

Di Kecamatan Wih Pesam, selain menelan korban jiwa, satu unit rumah di Desa Pante Raya Barat mengalami kerusakan. Di Desa Uning Bertih, pencarian korban meninggal masih terus dilakukan.

Di Kecamatan Permata, longsor mengakibatkan kerusakan berat pada dua kios buah, satu rumah rusak ringan, serta melukai Sofian Supri (13 tahun) dan Aisyah (23 tahun). Sedangkan di Kecamatan Timang Gajah, satu jembatan penghubung antara Desa Bukit Tunyang dan Desa Cekal rusak berat, sementara satu rumah mengalami kerusakan ringan.

Beberapa warga yang terdampak di antaranya Khairul Fajri (32 tahun) dan Hamsiyah (53 tahun), pemilik kios di Desa Burni Pase, serta Sabri Abadi Anbaba (55 tahun) di Desa Bukit Tunyang.

Tim dari BPBD Kabupaten Bener Meriah, TRC, dan Pusdalops telah dikerahkan untuk meninjau lokasi kejadian dan membersihkan material longsor. Namun, pencarian korban di Desa Uning Bertih harus ditunda hingga pagi hari karena akses jalan yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

"Kami terus berupaya mencari korban yang belum ditemukan dan memastikan penanganan di lokasi terdampak berjalan optimal," demikian dilaporkan Pusdalops BPBA.

Pembersihan lokasi banjir di Desa Pante Raya Barat telah selesai dilakukan, namun proses pencarian korban di Desa Uning Bertih masih berlangsung. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik. []

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.