Ditahan di Thailand, 33 Nelayan Aceh Bakal Segera Dipulangkan

May 17, 2024 - 19:44
Ilustrasi foto: nelayan sedang menarik pukat di Gampong Jawa, Banda Aceh. [Habadaily/Taufik Ar Rifai]

HABADAILY.COM - Sedikitnya 33 nelayan asal Aceh dinyatakan bebas dari kurungan usai ditahan oleh otoritas Thailand sejak September 2023 lalu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman kepada wartawan, Kamis (16/5/2024) kemarin mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi antara pihak Pemerintah Aceh, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, serta Kementerian Luar Negeri RI, diketahui para nelayan sudah bebas sejak 26 April lalu.

"Total ada 35 nelayan yang dibebaskan. Namun 2 di antaranya sudah lebih dulu dipulangkan karena kondisi kesehatan," kata Aliman.

Kedua nelayan tersebut, lanjutnya, telah dijemput oleh Kemenlu dari Thailand ke Jakarta, lalu berlanjut pulang ke kampung halamannya masing-masing ke Aceh Utara dan Aceh Timur.

Sementara 33 nelayan sisanya saat ini masih berada di Kantor Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand. Pemerintah RI tengah memproses kepulangan mereka secara administrasi serta finalisasi terkait pembiayaannya.

Dalam hal ini, kata Aliman, pemulangan puluhan nelayan tersebut akan diupayakan oleh Pemerintah Aceh dari Thailand langsung menuju ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

"Jadi biayanya bisa lebih murah. Pembiayaannya dari Pemerintah Aceh, dan barangkali dari pihak keluarga nelayan nantinya juga mau berpartisipasi," ucapnya.

Saat ini, keberadaan 33 nelayan tersebut masih dalam pengawasan imigrasi Thailand. Aliman memperkirakan proses pemulangan mereka bisa dimulai pekan depan.

Sebelumnya, puluhan nelayan asal Aceh tersebut berlayar masing-masing menggunakan kapal KM Kambia Star, KM Rahmat Jaya, dan KM Ikhlas Baru. Mereka ditangkap September lalu karena tuduhan melanggar batas wilayah perairan oleh otoritas Thailand.

"Rata-rata mereka menjalani hukuman kurungan selama tujuh bulan," terang Aliman.

Ia juga menambahkan, terdapat enam nelayan lainnya dari kapal yang sama, namun masih menjalani hukuman kurungan di Thailand. 

"Diperkirakan mereka bakal bebas sekitar bulan Agustus, September dan November mendatang," pungkasnya.[]

Editor: Mardhatillah

 

© 2024 PT Haba Inter Media | All rights reserved.