HABADAILY.COM - Pemerintah telah menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan akan dokter spesialis melalui program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU) atau yang dikenal sebagai Hospital Based.
Dilansir dari Media Indonesia, langkah ini dinilai akan membantu dalam distribusi dokter spesialis secara lebih merata dalam waktu lima tahun mendatang.
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, menegaskan pendidikan alternatif di luar lingkungan universitas akan menjadi jawaban atas kebutuhan tambahan tenaga dokter spesialis serta menjawab tantangan distribusi yang tidak merata.
"Hospital Based diharapkan mampu mengutamakan dokter dari daerah yang kemudian dapat kembali ke daerah asal mereka," kata Rahmad.
Prioritas diberikan kepada daerah terpencil dalam proses pendidikan dokter spesialis. "Para dokter umum ASN di daerah terpencil harus mendapatkan prioritas," ungkapnya.
Diperkirakan, dengan hanya memiliki 2.700 lulusan setiap tahun, akan dibutuhkan lebih dari 10 tahun untuk memenuhi kebutuhan akan dokter spesialis.
Namun, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi merespons, melalui pendekatan Hospital Based, pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dipercepat menjadi sekitar 5 tahun.
"Kita perlu mendistribusikan sekitar 29.000 dokter spesialis hingga ke tingkat kabupaten/kota dan ini akan dilakukan secara dinamis," kata Budi.
Selain mempercepat distribusi, program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit juga diupayakan untuk memastikan kualitas lulusan. Menurut Kemenkes, dokter spesialis yang lulus dari program ini memiliki standar yang setara dengan lulusan dari program pendidikan di dunia.
Kemenkes melibatkan kolegium di Indonesia dan luar negeri serta Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) sebagai lembaga akreditasi untuk menetapkan standar pendidikan rumah sakit, mengikuti standar dari rumah sakit terkemuka seperti Mayo Clinic dan Johns Hopkins Hospital.
"ACGME membantu memastikan bahwa semua standar lulusan rumah sakit pendidikan di Indonesia setara dengan standar dari John Hopkins dan Mayo Clinic," tambahnya. []