Khawatirkan Kemunduran Demokrasi, Pemuda Aceh Desak Kepemimpinan Bersikap Netral

February 5, 2024 - 19:55
Sejumlah pemuda, disabilitas, dan perempuan di Banda Aceh, menyatakan keprihatinan mereka terhadap ancaman kemunduran demokrasi menjelang pemilihan umum 2024, di Warkop Sekber Jurnalis pada Senin (05/02/2024).FOTO: Habadaily.com/Muhammad Zia Ulhaq
1 dari 2 halaman

HABADAILY.COM, Banda Aceh - Sejumlah pemuda, disabilitas, dan perempuan di Banda Aceh, menyatakan keprihatinan mereka terhadap ancaman kemunduran demokrasi menjelang pemilihan umum 2024.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Warkop Sekber Jurnalis pada Senin (05/02/2024), mereka menyoroti perilaku koruptif dan manipulatif yang ditunjukkan oleh penguasa dan politisi negeri.

Riski Ananda, perwakilan pemuda, mengungkapkan kekhawatirannya atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pemerintah dan menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

"Melihat perilaku koruptif dan manipulatif dari penguasa dan politisi menjelang pemilu 2024, dan keresahan rekan-rekan kami, kami merasa perlu menyampaikan sikap prihatin ini," kata Riski.

Elemen sipil Aceh mendesak kepemimpinan dan pemerintahan dari tingkat desa hingga nasional untuk menjaga netralitas demi mewujudkan pemilu bersih, inklusif, dan berkeadilan pada tahun 2024. Mereka menolak segala bentuk pelanggaran konstitusi, pendangkalan hukum, penyalahgunaan kekuasaan, penggunaan alat negara, dan mobilisasi masyarakat.

© 2024 PT Haba Inter Media | All rights reserved.