Pj Ketua Dekranasda Aceh Besar Buka Pembinaan dan Peningkatan Industri Gerabah untuk Warga Lamche

November 15, 2023 - 16:32
Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar, Cut Rezky Handayani, SIP, MM, menyerahkan tas secara simbolis kepada peserta pembinaan dan peningkatan industri gerabah untuk Warga Lamche di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (15/11/2023). FOTO For Habadaily.com

"Ini sebagai contoh, nantinya kita juga akan lakukan di setiap gampong di Aceh Besar, jenis pembinaannya sesuai dengan kondisi masyarakat itu sendiri, kerajinan apa yang sudah ada, itu yang akan kita kembangkan," ucapnya.

HABADAILY.COM, Kota Jantho - Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar, Cut Rezky Handayani, membuka program pembinaan dan peningkatan industri gerabah untuk Warga Lamche di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (15/11/2023).

Cut Rezky mengatakan bahwa pembinaan ini penting bagi pemerintah sebagai upaya peningkatan dan penguatan sektor ekonomi kreatif bagi masyarakat Aceh Besar.

"Ini menjadi sebuah program yang penting bagi Pemkab Aceh Besar dalam meningkatkan sektor ekonomi masyarakat di tengah hantaman badai inflasi," katanya.

Kata Cut Rezky, program ini sangat bagus untuk dilaksanakan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, gerabah merupakan industri ekonomi kreatif yang sampai saat ini masih digandrungi oleh masyarakat.

"Sampai saat ini gerabah masih diminati oleh orang banyak, jadi, ini sebuah peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat," ucapnya.

Cut Rezky juga menjelaskan, Gampong Lamche menjadi salah satu pilot project bagi Dekranasda untuk peningkatan industri kreatif berbasis masyarakat.

"Ini sebagai contoh, nantinya kita juga akan lakukan di setiap gampong di Aceh Besar, jenis pembinaannya sesuai dengan kondisi masyarakat itu sendiri, kerajinan apa yang sudah ada, itu yang akan kita kembangkan," ucapnya.

Cut Rezky berharap, masyarakat Lamche yang mengikuti pembinaan tersebut nantinya mampu berinovasi dengan baik, tidak hanya mampu membuat beulangong, tetapi juga vas bunga dan produk yang kekinian.

"Tentu saja targetnya adalah pasar luas, jadi kita minta masyarakat mampu mengembangkan inovasi produk yang dijalani dalam pembinaan ini, tentu saja produk tersebut sesuai dengan perkembangan, kekinian itu penting," tegas Cut Rezky.

Ia juga mengharapkan, peserta yang ikut untuk serius menyerap ilmu yang diberikan pemateri, karena jika tidak serius peserta akan rugi, telah menghabiskan waktu dengan sia-sia.

"Kita minta peserta serius, kita datangkan pemateri yang handal untuk memberikan ilmu kepada masyarakat, dan nantinya kita akan datangkan pemateri dari luar Aceh untuk memberikan sentuhan akhir pada produk yang dihasilkan masyarakat," katanya.

Ia juga meminta pada perangkat gampong Lamche untuk mendukung program tersebut berjalan baik.

"Mohon keuchik untuk terus mendorong masyarakat agar terus semangat mengikuti pelatihan ini," tutur Cut Rezky.

Ketua Panitia Enni Zusniati, mengatakan, pelatihan tersebut diikuti oleh 10 orang masyarakat Lamche. Peserta akan dibina selama 8 hari oleh pemateri dengan durasi waktu pelatihan 8 jam per hari.

"Selama delapan hari peserta secara rutin mengikuti pelatihan, sampai nanti kita lihat hasilnya, ketika sudah mahir dan masyarakat punya produk, kita akan bantu pasarkan lewat galeri Dekranasda Aceh Besar," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Plt Kepala Dinas Diskopukmdag Aceh Besar, Trizna Darma, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Abdullah, dan Sekcam Kuta Baro, Khadiani.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.