Ketua Hiswana Migas Aceh: BBM Subsidi Harus Dirioritaskan untuk Nelayan Kecil

Habadaily | Ekbis - September 22, 2022 - 19:39
Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin.

Para nelayan kecil yang menggunakan boat tep-tep harus diprioritaskan dalam penyaluran solar subsidi di SPBN yang tersebar di seluruh Aceh.

Hal itu ditegaskan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh Nahrawi Noerdin, mengingat para nelayan boat tep-tep merupakan masyarakat miskin yang memang berhak mendapatkan BBM subsidi.

Karenanya, Nahrawi meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mendata nelayan kecil di Aceh, Kamis (22/9/2022), di Banda Aceh. “Pendataan ini agar penyaluran solar subsidi tepat sasaran. Kita mengharapkan solar subsidi diprioritaskan untuk nelayan perahu kecil yang berangkat pagi pulang sore,” katanya.

Dia menjelaskan, nelayan boat tep-tep masuk dalam kategori masyarakat miskin, sehingga layak mendapatkan subsidi. Mereka memang harus mendapatkan prioritas. Bila kuota lebih, baru disalurkan ke nelayan dengan boat besar," kata Nahrawi.

Menurutnya, penyaluran solar subsidi untuk boat tep-tep selama ini sangat terkendala karena boat tersebut kebanyakan tidak terdata di DKP. “Sementara untuk membeli solar subsidi diwajibkan memperlihatkan surat yang dikeluarkan pihak terkait ke petugas SPBN,” papar Nahrawi.

Akibatnya, lanjut dia, banyak nelayan kecil tidak pernah terlayani di SPBN. Namun yang dilayani justru para konsumen nonsubsidi. “Makanya ini perlu diregistrasi ulang sama DKP Aceh agar para nelayan kecil tidak terabaikan," jelas Nahrawi.

Nahrawi menambahkan, sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan aturan bahwa boat yang boleh mengkonsumsi solar subsidi yakni di bawah 30 GT. “Namun, sekarang kebanyakan kapal nelayan sudah tidak lagi menggunakan mesin khusus untuk boat tapi menggunakan mesin mobil atau tenaga kuda,” katanya.

Hal ini membuat pihaknya sulit menanggulangi ketimpangan penyaluran solar subsidi tersebut. “Solusinya, DKP harus segera mendata ulang untuk boat tep-tep ini sehingga tepat sasaran. Kalau kita berbicara GT tidak ada GT, itu house power semua menggunakan mesin mobil. Jadi bertolak belakang dengan Undang-undang," tandasnya.[]

Share: