Zaqhlul dan Amalia Terpilih Agam Inong Aceh 2022

Habadaily | Community - September 12, 2022 - 14:19
Duta Wisata Aceh dalam ajang Pemilihan Agam Inong Aceh 2022 bertajuk ‘Amazing Culture Ethnical Harmony’ yang diselenggarakan di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, pada Sabtu, (10/09/2022). FOTO. For Habadaily.com

BANDA ACEH | Teuku Zaqhlul Nafil Zuhri perwakilan dari Aceh Besar dan Amalia Ahwa dari Aceh Singkil dinobatkan sebagai Agam Inong Aceh tahun 2022. Keduanya akan mewakili Aceh di pentas pemilihan Duta Wisata Indonesia pada November mendatang di Kalimantan Utara.

Keduanya terpilih menjadi Duta Wisata Aceh dalam ajang Pemilihan Agam Inong Aceh 2022 bertajuk ‘Amazing Culture Ethnical Harmony’ yang diselenggarakan di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, pada Sabtu, (10/09/2022).

“Siapapun yang berhasil sebagai pemenang jangan jumawa dan yang belum menang jangan berkecil hati. Karena semua para peserta merupakan yang terbaik yang dipilih dari kabupaten/kota masing-masing,” kata Pj Gubernur Aceh melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal.

Selain itu, kata Almuniza, Agam Inong Aceh diharapkan bisa menjadi garda terdepan untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh. Apalagi di era perkembangan digital dan media sosial ini, para generasi muda memiliki tanggung jawab besar sebagai influencer untuk mempromosikan pariwisata dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif.

“Saya beraharap kepada seluruh peserta Agam Inong tahun ini dapat melakukan kegiatan yang berkolaborasi bersam masyarakat, untuk menjadikan destinasi wisata di Aceh sebagai destinasi wisata aman, nyaman dan menawan,” ucapnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin berpesan kepada peserta Agam Inong Aceh 2022 agar menjunjung tinggi kekhususan Aceh dan nilai-nilai kearifan lokal yang dibalut dalam inovasi untuk mempromosikan pariwisata Aceh ke wisatawan domestik hingga mancanegara.

Inovasi dan kreatifitas itu, kata dia, ditentukan dalam kemampuan menjaga diri berkomunikasi menginformasikan pengembangan wisata dan kebudayaan di Aceh. 

“Kearifan lokal yang saya maksud adalah nilai-nilai syariat islam yang menjadi landasan kehidupan kita, bahwa Aceh memiliki kekhususan itu yang harus kita pelihara dan jaga,” katanya.

Share: