Yohpy Ichsan Wardana Beri Kuliah Umum di USK

Habadaily | Pendidikan - August 21, 2022 - 20:33
Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral Kemlu Yohpy Ichsan Wardana memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK).

Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia Yohpy Ichsan Wardana memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) di Gedung AAC Dayan Dawood USK, Jumat (19/8/2022).

Kuliah umum yang bertema Indonesia dan Dinamika Dunia ini diselenggarakan secara serentak pada 37 provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Aceh yang dilaksanakan di USK. Kegiatan tersebut diawali dengan kata pengantar oleh Menlu RI Retno Marsudi secara virtual dan dilanjutkan dengan kuliah umum secara luring bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral Kemlu RI Yohpy Ichsan Wardana.

Yohpy menyebutkan Indonesia mempunyai target untuk menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada masa golden age (tahun emas) 2045. Target tersebut didukung dengan kondisi bonus demografi dan besarnya pangsa pasar di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus merintis jalan menuju tahun tersebut dengan segala sumber daya yang ada agar mampu bersaing di tingkat global.

“Di sisi lain, dunia sedang dihadapkan dengan berbagai persoalan, seperti permasalahan covid-19, perang antara Rusia dan Ukraina, dan perubahan iklim,” sebutnya.

Meskipun demikin, kata Yohpy, Indonesia termasuk negara yang ikut berupaya untuk proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina, serta memastikan kelancaran distribusi pangan dunia dari Ukraina, mengingat Ukraina sebagai negara penghasil dan pengekspor gandum terbesar di dunia.  “Selain itu, pemerintah Indonesia juga berusaha untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Myanmar dan permasalahan di Afganistan melalui jalur diplomasi,” ujarnya.

Rektor USK Prof Dr Ir Marwan IPU dalam sambutannya mengakui tentang kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia. Indonesia memiliki bargaining position (posisi tawar) yang tinggi di mata dunia. Ia menjelaskan bahwa Aceh secara historis juga sangat diperhitungkan dunia karena letak geografis yang sangat strategis. Ditambah lagi dengan hasil alam berupa rempah yang menjadi komoditas ekspor pada masa itu.

Sementara itu, Dekan FISIP USK Dr. Mahdi Syahbandir, S.H., M.Hum menyampaikan, tema kuliah umum tersebut sangat penting bagi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa FISIP USK. Menurutnya, mahasiswa FISIP perlu mengetahui tentang fenomena yang terjadi di dunia serta harus membekali diri untuk mahir di bidang diplomasi. “FISIP USK juga berencana untuk membuka Program Studi Hubungan Internasional dan sekarang rencana tersebut sedang dikaji lebih mendalam,” ungkapnya.

Wakil Dekan I FISIP USK Dr Effendi Hasan MA menambahkan, kuliah umum ini diharapkan bisa menjadi awal dari kerja sama antara FISIP USK dengan Kemlu RI. “Semoga nantinya kedua belah pihak dapat menjalin kerja sama nyata secara tertulis yang disertai dengan tahap implementasinya,” pungkasnya.[]

Share: