MBKM USK dan Pengusaha Dukung Produktivitas Bawang Merah Masyarakat

Habadaily | Ekbis - August 21, 2022 - 20:11
Bawang merah yang diproduksi petani di Aceh Besar.

Universita Syiah Kuala berupaya mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Gampong Cot Cut, Aceh Besar dengan cara menanam bawang merah berkualitas.

Ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh Zakarya menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN-PIP) Provinsi Aceh, yang disinergikan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Di mana kegiatan ini hasil kerja sama USK dengan Bank Indonesia Wilayah Aceh.

Dirinya mengungkapkan, sebelumnya penanaman bawang seperti ini telah dilakukan di Gampong Bambi, Kabupaten Pidie dengan luas satu hektar. Di mana proses penanamannya berbasiskan ilmu pengetahuan di bidang pertanian.

"Alhamdulillah 1 hektar yang kita janjikan 10 ton itu tercapai. Artinya,  pupuk yang kita gunakan itu ada penelitian ilmiahnya. Jadi kita kolaborasikan ilmu di petani dan ilmu dari hasil penelitian yang hasilnya nyata menjanjikan,” ucapnya.

Selanjutnya, Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan mengatakan, dirinya menyambut baik atas terjalinnya kemitraan antara USK dengan masyarakat seperti ini. Program ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa USK untuk lebih memahami dunia pertanian, dengan cara terjun langsung ke masyarakat.

 “Dan tentu saja kita berharap program ini bisa mendukung kesejahteraan masyarakat. Maka kita berusaha, semoga  budidaya ini berjalan baik dengan hasilnya meningkat,”  ucap Rektor.

Untuk itulah, Rektor juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan seperti ini. Jika program ini sukses, ungkap Rektor, maka selanjutnya bisa dilakukan pada jenis tanaman lain seperti cabai dan lainnya.

Pada kesempatan ini,  Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Achris Sarwani mengatakan, konsorsium ini lahir karena pihaknya melihat data produksi komoditas dari masyarakat Aceh ternyata dihasilkan dari luar Aceh. Padahal, Aceh sangat potensial untuk sektor pertanian ini. Hanya saja belum dimanfaatkan secara optimal.

“Dari kesadaran itulah kita melihat sebagai peluang bisnis bisa di kembangkan di Aceh. Ini konsepnya dari kita untuk kita, kalau tidak sesegera mungkin kita jawab ini bisnis, ini tidak akan selesai,” ucapnya. 

Oleh sebab itu, dirinya turut menyampaikan terima kasih atas kolaborasi hulu ke hilir yang terintegrasi seperti ini. Dirinya berharap, mudah-mudahan dengan keterlibatan kampus dan mahasiswa secara langsung bisa menumbuhkan kewirausahaan dari Aceh.[]

Share: