Falevi Kirani: Generasi Aceh Sangat Mudah Bangkit

Habadaily | News - August 13, 2022 - 20:59
Diskusi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-77 dengan tema “Puleh Beu Bagah, Beudoeh Leubeh Koeng” (Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Baik, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Sabtu (13/8/2022).

Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani, menyebutkan bahwa generasi Aceh sangat mudah untuk bangkit. Pasalnya, sebelum pandemi melanda, Aceh pernah merasakan terjadinya degradasi terhadap konflik yang berkepanjangan.

“30 tahun kita dilanda konflik ternyata juga pemuda-pemuda Aceh cepat bangkit melakukan emansipasi kemudian elaborasi dengan konten hari ini,” Kata Falevi Kirani pada diskusi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-77 dengan tema “Puleh Beu Bagah, Beudoeh Leubeh Koeng” (Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Baik, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Sabtu (13/8/2022).

Kata Falevi, di era 4.0 ini merupakan momentum bagi anak muda Aceh harus kreatif dan tak takut bersaing dengan anak muda yang ada di luar Aceh. Kapasitas dan kapabilitas pemuda Aceh bukan sebuah hal yang diragukan.

“Tetapi secara substansi keilmuan dan secara substansi kapasitasnya juga anak-anak Aceh bisa bersaing baik level nasional maupun internasional. Artinya sesuatu hal itu tidak ada yang tidak mungkin dilakukan,” ungkapnya.

Politisi Partai Naggroe Aceh (PNA) ini menyebutkan, perkembangan digitalisasi dan informatika kini menjadi sebuah kewajiban dan keharusan bagi pemuda Aceh untuk mempelajari dan memiliki itu. Bagaimana pemuda yang sukses itu menguasai teknologi, bukan teknologi yang menguasai pemuda.

“Memanfaatkan teknologi ini yang di kemas dengan sangat bagus bisa melakukan promosi secara digital. Lalu digitalisasi itu menjadi ekonomi kreatif bagi anak-anak muda Aceh. Sehingga anak muda ini satu HP bisa melahirkan berbagai karya yang dimiliki. Ini yang harus kita tempah, dan saya pikir kita orang Aceh dan anak muda Aceh tidak bodoh-bodoh amat,” jelasnya.

Diakhir sesi diskusi, muncul beberapa rekomendasi dari seluruh peserta dan narasumber terkait impelentasi UUPA yang harus dikawal oleh semua pihak di Aceh. Begitu juga dengan fenomena paska lahirnya Qanun LKS, seluruh peserta menginginkan agar qanun tersebut direview kembali atau direvisi. Mengingat banyak muncul keresahan utamanya para pelaku usaha, misalnya dalam hal proses transaksi perbankan di Aceh.

Selain itu, pesert juga merekomendasikan kepada Pemerintah Aceh dan DPRA untuk meminta Bank Aceh agar menyalurkan kredit untuk para pelaku UMKM di Aceh.

Adapun pemateri dalam diskusi ini Prof. Dr. Gunawan Adnan, Ph.D Akademisi/Guru Besar UIN Ar Raniry, M. Rizal Falevi Kirani Ketua Komisi V DPRA, Bustami Wakil Ketua GP Anshor Provinsi Aceh, Muhammad Joni pembina Jaringan Anak Syuhada Aceh dan moderator Ryan Abdillah.[]

Share: