Amin-Zainal Tinggalkan Utang Rp158 Miliar Lebih

Habadaily | Hukum - May 30, 2022 - 21:26
Gedung balai kota Pemkot Banda Aceh. FOTO. Net

Pemerintahan Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin meninggalkan utang sebesar Rp158,7 miliar. Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Banda Aceh meminta Wali Kota Banda Aceh bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan ini sebelum masa jabatannya berakhir.

"Melihat dari RAPBK 2021, Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki utang sebesar Rp158,7 miliar. Angka ini sangat besar hingga memasuki tahun 2022 utang tersebut belum terlunasi semuanya," kata Ramza saat menyampaikan interupsinya dalam rapat paripurna, Senin pagi (30/05/2022).

Dalam rapat paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Penyelesaian Utang Pemerintah Kota Banda Aceh. anggota Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Ramza Harli mengharapkan Pemko, dalam hal ini Wali Kota Banda Aceh, bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan ini sebelum masa jabatannya berakhir. 

“Alhamdulillah kami menyambut baik pembentukan pansus ini mengingat masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota hampir selesai, kurang lebih sekitar satu bulan lagi,” Imbuh Ramza. 

Merujuk RAPBK 2021, lanjut Ramza, dirinya melihat Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki utang sebesar Rp158,7 miliar. Menurut Ramza angka ini sangat besar hingga memasuki tahun 2022 utang tersebut belum terlunasi semuanya.

“Akibatnya menguras dana tahun 2022 untuk menyelesaikan utang di tahun 2021. Untuk saat ini, di tahun 2022 kami ingatkan saudara Wali Kota untuk menghentikan semua paket-paket yang sedang ditender, baik itu dari dana Otsus, DAK, maupun DAU agar fokus melunasi utang tersebut,” ujarnya.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar itu turut dihadiri Wakil Ketua I DPRK Usman, dan Wakil Ketua II Isnaini Husda. Dari Pemko hadir Wakil Wali Kota Zainal Arifin, segenap anggota DPRK, Sekda, Forkopimda, SKPA dan para tamu undangan lainnya.

Aminullah Usman dan Zainal Arifin dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh oleh Gubernur Irwandi Yusuf atas nama Presiden RI dalam rapat paripurna istimewa DPRK Banda Aceh pada Jumat, 7 Juli 2017. Dengan begitu, setelah lima tahun berjalan, keduanya akan mengakhiri masa jabatan awal Juli mendatang.[]

Share: