14 Kecamatan di Bireuen Ikuti Festival Meurukon Aceh

Habadaily | Hiburan - March 26, 2022 - 15:44
Pembukaan Festival Meurukon Aceh 2022.

Festival Meurukon Aceh 2022 resmi digulirkan di Kabupaten Bireuen, mulai Jumat malam, 25-26 Maret 2022. Event yang digelar di aula Hotel Fajar tersebut diikuti 14 kecamatan di kabupaten tersebut.

Acara yang dihelat Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ini bertema “Revitalisasi Seni Tutur Aceh”.

Mewakili Kadisbudpar Aceh, Kepala Seksi Bahasa, Azizar Mansyah mengatakan Festival Meurukon yang digelar ini bertujuan membangkitkan kembali kebudayaan Aceh di segi seni tutur. “Meurukon merupakan peninggalan endatu yang harus dilestarikan,” katanya.

Selain itu, tambah Azizar, juga untuk pembinaan terhadap seni budaya daerah, seperti meurukon sebagai bagian khasanah sastra Aceh. “Kita berharap seni meurukon ini dapat terus berkembang dan semakin dikenal di masyarakat luas, khususnya di Bireuen,” kata Azizar.

Lebih lanjut, sebut Azizar, pihaknya akan terus berupaya menyelenggarakan event seni budaya di daerah. “Dengan upaya seperti ini diharapkan dapat membangkitkan semangat pekerja seni dan pekerja kreatif guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen Muzakkar A Gani diwakili Staf Ahli Bupati dr Mukhtar Mars berharap melalui Festival Meurukon, dapat mengimplementasikan nilai-nilai moral.

Disebutkannya, meurukon merupakan tradisi seni religi yang mengkaji serta mengimpementasi akan pilar-pilar keimanan dan keislaman. Apalagi, sambungnya, meurukon sudah lama berkembang di dalam masyarakat Aceh secara turun temurun serta memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah seni tutur lokal yang harus dilestarikan.

"Melalui Festival Meurukon ini diharapkan juga, agar dapat mengimplementasikan nilai-nilai moral bagi generasi muda melalui seni tutur Islam Aceh,"paparnya.

Selanjutnya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan budaya meurukon sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dr H Amiruddin Idris selaku pemilik aspirasi kegiatan tersebut menyebutkan festival meurukon itu digelar sebagai wujud menjaga budaya Aceh yang islami.

"Meurukon adalah seni tutur yang menguraikan akan hukum-hukum Islam yang dalam acara ini diperlombakan dari grup ke grup yang mewakili kecamatan yang ada di Bireuen," jelasnya.

Tak hanya itu, politisi partai PPP itu juga menyebutkan, meurukon menjadi salah satu cara dalam menghalau budaya asing yang tidak sesuai dengan syariat islam.

Menurutnya, kegiatan meurukon itu harus direvitalisasi dan dikembangkan. "Meurukon bukan hanya tugas orang yang tua-tua semata, tapi harus bisa turun temurun dan menjadi seni tutur relegi yang akan diwarisi oleh generasi mendatang," imbuhnya.

Ia mengatakan meurukon adalah seni tutur yang sifatnya mengedukasi, serta pengetahuan akan hukum-hukum Islam yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (Adam Zainal)

Share: