Ini yang Dipaparkan KASAD dalam Kuliah Umum di USK

Habadaily | Pendidikan - March 11, 2022 - 01:04
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman SE MM bersama Rektor USK Prof Dr Ir Marwan IPU.
HABADAILY.COM | 

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman SE MM memberikan kuliah di hadapan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Kehadirannya disambut baik oleh sivitas akademika setempat. Kuliah umum dengan tema "Persatuan dan Kebhinekaan Nusantara" berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (10/3/2022).

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini telah menjadikan dunia tanpa batas, hal ini berpengaruh langsung terhadap pola bernegara, termasuk perubahan masyarakat dunia pada tataran global. Sehingga yang terjadi belahan dunia tertentu bisa menjadi penggerak bagi yang lain begitu cepat.

"Terbukanya jaringan internet juga diiringi dengan berkembangnya berita bohong dengan menggunakan platfom media, mempengaruhi opini masyarakat yang digunakan untuk kepetingan kelompok. Ini tentu menganggu nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa," jelas Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Saat ini, paparnya, butuh ketelitian ekstra sebab ada di era dimana kebohongan menjadi kebenaran, dengan memainkan emosi dan perasaan. Hal tersebut pada akhirnya mudah sekali terjadi konflik SARA. Indeks kerentanan 2021 terjadi konflik di banyak negara, Indonesia menduduki peringkat 99 dari 179 Negara.

"Bangsa Indonesia punya nilai-nilai pemersatu bangsa. Nilai tersebut merupakan nilai dasar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang digunakan pada saat bangsa menghadapi musuh bersama," ucap KASAD.

Nilai-nilai tersebut seperti, sudah sejak 660 tahun lalu nenek moyang kita telah menghargai perbedaan, kemudian di tengah masyarakat kebersamaan dan gotong royong, serta optimisme dan percaya diri.

Tak lupa,  Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan nilai-nilai bangsa Indonesia harus dipahami sebagai wawasan kebangsaan. Nilai tersebut mengkristal dalam Pancasila, sebagai nilai ke-Indonesia-an sekaligus pendorong cita-cita proklamasi.

Sementara itu, Rektor USK Prof Dr Ir Marwan IPU dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum hari ini sangatlah penting, untuk memaknai kembali keberagaman kita sebagai bangsa. Apakah selama ini kita sudah benar-benar menjadi contoh yang baik dalam mendukung persatuan, atau malah sebaliknya.

"Kita masih keliru dalam memaknai semua perbedaan, sehingga sikap dan prilaku kita justru berpotensi merusak persatuan bangsa yang sudah terjalin," ucap Prof Marwan.

Untuk itu Rektor berharap, kuliah umum ini dapat semakin membuka wawasan semua pihak akan tentang pentingnya pendidikan. Karena untuk membangun negara, semangat saja tidak cukup. Tapi harus kita bekali dengan ilmu pengetahuan, sehingga apapun peran kita saat ini tetap mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

"Dan kami sangat mengapresiasi, karena sikap seperti ini ternyata telah dicontohkan oleh Bapak KASAD. Karena seperti yang kita ketahui, meskipun beliau saat ini sudah menjadi seorang Jendral dan memiliki jabatan yang tinggi, namun semangatnya untuk menuntut ilmu tidaklah berhenti," puji Rektor.

Di mana saat ini, di tengah kesibukannya beliau masih meluangkan waktu untuk menempuh Program Doktoral pada Jurusan Manajemen Strategis di Universitas Trisakti. Kami berdoa, semoga Bapak KASAD  bisa segera menuntaskan program pendidikan ini dan ilmunya bisa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Di hapadan KASAD, Rektor menyampaikan bahwa USK telah menjadi contoh miniatur bagaimana keberagaman dapat terawat dengan baik di kampus. USK memiliki mahasiswa yang berasal dari hampir seluruh nusantara. Sebagian dari mereka adalah para mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK).

"Termasuk di antaranya adalah mahasiswa yang berasal Provinsi Papua. Bagi kami, mereka semua merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan. Karena kedatangan mereka ke USK tentu dengan semangat yang sama, yaitu merajut cita-cita agar kelak mendapatkan masa depan yang lebih baik," sebutnya.

Untuk itulah, USK selaku perguruan tinggi yang menampung mereka terus berbenah, yaitu dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu pendidikannya.

"Sebab kami telah bertekad untuk menjadi rumah yang nyaman bagi mereka, yang berasal dari berbagai latar belakang itu. Baik suku, agama, bahkan budaya yang sangat kontras di Aceh," harap Prof Marwan.

Meski demikian, semua perbedaan tersebut tentu bukanlah hambatan bagi USK. Kampus yang dikenal sebagai Jantong Atee Rakyat Aceh ini dinilai sukses merawat semua keberagaman tersebut. Buktinya, USK Kuala berhasil menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mampu meluluskan mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi tersebut.

"Pengakuan ini telah banyak diungkapkan oleh berbagai pihak. Termasuk Majelis Rakyat Papua yang khusus datang ke Aceh untuk menyampaikan apresiasi atas keberhasilan perguruan tinggi ini dalam mendidik anak-anak mereka," ungkap Rektor.

Rektor mengatakan, kampus ini telah membuktikan bahwa keberagaman itu bukanlah hambatan. Tapi kekuatan bagi bangsa ini  untuk menuju bangsa yang besar," pungkasnya.[]

Share: