OPINI: Orang Tua Pemimpin Sebenarnya

Habadaily | Opini - December 7, 2021 - 17:28
Masrida Dewi, Penjab program Kesehatan Lansia Dinkes Aceh/ Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat USK.
HABADAILY.COM | 

Akhir - akhir ini publik dihebohkan dengan berbagai kasus, dari yang anak menggugat ibu kandungnya, kecanduan narkoba lalu kemudian menganiaya orang tua, perkelahian, pelecehan, pemerkosaan, bunuh diri dan berbagai kasus lainnya yang hampir setiap hari diberitakan.

Sangat disayangkan sekali bisa sampai terjadi hal demikian, dan lebih ironisnya lagi kejadian tersebut dilakukan oleh anak – anak yang notabennya bukan sembarangan anak, istilahnya anak – anak yang pada umumnya memang memiliki tingkat pendidikan tinggi dan terpandang.

Jika sudah demikian siapa yang harus disalahkan? Apakah anak yang memang moralnya sudah luntur ataukah orang tuanya selaku pemimpin yang mendidik anak – anak mereka di zaman yang penuh dengan berbagai teknologi canggih sekarang ini.

Mendidik dan membesarkan anak memang bukan tugas mudah. Membesarkan anak bukan berarti hanya melewatkan waktu bersama sampai anak tumbuh dan siap menjalani  kehidupannya nanti masing – masing. Akan tetapi  dibutuhkan berbagai komponen seperti, kasih sayang penuh, bimbingan dan arahan, perhatian, pembelajaran dan keamanan, yang paling penting adalah anak nantinya mampu menghadapi tantangan kerasnya hidup.

Tidak ada orang tua yang memiliki kesempurnaan tetapi semua orang tua akan berusaha mendidik anak – anak mereka dengan sangat sempurna, terlepas dari semua tugas lain dalam kehidupan yang harus dijalani oleh orang tua karena anak adalah amanah dari Allah SWT. Maka karakter seorang  anak akan terbentuk sesuai dengan pembentukan dari masing – masing orang tua mereka.

Pada dasarnya perilaku seorang anak itu adalah bukti nyata dari pada hasil didikan orang tuanya dirumah, tetapi tidak dapat dipungkiri dijaman yang serba canggih ini, didikan orang tua terkait pendidikan umum saja tidaklah cukup dan tidaklah bisa dijadikan patokan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, santun dan berakhlak.

Dibutuhkan juga pendekatan religius lainnya yang paling dasar Jika orang tua tidak mampu mengajarkan pendekatan religius seperti disebutkan tadi, orang tua bisa saja melakukan pendekatan kepada pihak ketiga misalnya dengan  memasukkan anak ke pesantren, ketempat – tempat pengajian, di dayah – dayah misalnya. Sehingga nantinya diharapkan anak – anak kita semua memiliki keteguhan hati untuk tetap berada dijalan yang lurus.

Fakta dilapangan didapatkan sekarang ini semua orang tua mendidik anak dengan gaya kepemimpinan yang terlalu lemah, bisa dikatakan gaya kekinian, dimana anak – anak  dibiarkan bebas melakukan sesuatu sesuai kemauannya, ini merupakan kesalahan yang sangat fatal.

Berbagai anggapan orang tua bahwa anak bukan miniatur orang tua, anak tidak boleh dikeraskan takut nanti salah jalan, anak tidak boleh dikekang sekali dirumah nanti gak bagus perkembangan sosialnya, anak juga punya privasi dan berbagai macam anggapan orang tua yang tanpa disadari semua itu adalah sama sekali tidak benar.

Anak – anak ini dari usia kecil harus diatur sedemikian rupa karena kita orang tua yang akan mengarahkan dia jangan mengikuti kemauan anak, tapi anak lah yang mengikuti kita orang tua, dimana dengan didik seperti itu bertujuan nanti saat dewasa dia akan patuh terhadap orang tua. Orang tua pun dalam mendidik harus memahami betul cara memperlakukan anak – anaknya saat usia kecil anak disayang – sayang, usia remaja dijadikan layaknya seorang sahabat.

Dalam mendidik anak – anak kita, alangkah bagusnya kita meneladani Rasulullah SAW, dimana mendidik anak itu diawali dengan mengajarkan tauhid. Seperti dijelaskan dalam alquran: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezaliman yang besar." (QS. Luqman: 13).

Mengajarkan tauhid adalah pondasi utama untuk anak – anak kita yang merupakan kewajiban dari orang tua terhadap anak. Kemudian juga mengajarkan anak untuk beribadah,  bisa dimulai dari hal – hal kecil seperti mengenalkan membaca al – quran, mengajarkan doa – doa sehari – hari dan mengajak sholat berjamaah ke masjid misalnya atau waktu sholat jumat. Dengan kebiasan seperti itu, insyaallah saat dewasa nanti mereka akan terbiasa sendiri untuk beribadah. 

Pembentukan karakter yang baik  buat anak juga dimulai dari keluarga, karena madrasah utama seorang anak adalah dirumah bersama orang tuanya. anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik jika di dalam keluarganya anak dihadapkan dengan perilaku yang baik dari orang tua dan orang – orang sekitarnya.

Penting menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang dan kehangatan. Menjadikan diri kita selaku orang tua sebagai contoh pribadi yang teladan adalah kunci utama dalam pembentukan karakter anak.

Anak juga harus diajarkan tanggung jawab akan setiap perbuatan yang dia lakukan, ini bertujuan saat dewasa nanti, dia akan berpikir dulu sebelum bertindak karena tahu segala konsekuensinya jika dia melakukan sesuatu hal. Disini orang tua wajib berperilaku tegas kepada anak, semata – mata agar anak memahami setiap perbuatan itu wajib dipertanggungjawabkan.  

Sejak kecil anak juga wajib dikenalkan dengan lingkungan sekitar  tentunya dengan akhlak yang baik ketika bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya karena sejatinya seorang anak akan mengadopsi/meniru sikap dan perilaku  kita terhadap sesama, khususnya orang tua kita sendiri, dan sikap itu akan diteruskannya kepada kita sebagai orang tuanya.

Marilah kita selaku orang tua memberi role model yang baik pada anak -anaka. sehingga diharapkan ketika dewasa nanti anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitar, juga memiliki pondasi yang kuat ketika memiliki berbagai masalah dalam hidupnya nanti. Jadi anak tidak akan beralih ke lingkungan negatif.

OPINI ”ORANG TUA PEMIMPIN SEBENARNYA”  Oleh: Masrida Dewi, Penjab program Kesehatan Lansia Dinkes Aceh/ Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat USK

Share: