Menyambut Era Baru MotoGP

Habadaily | Sport - November 17, 2021 - 20:24
Para penonton MotoGP di Sirkuit Thailand. FOTO: Suryadi KTB / Habadaily.com
HABADAILY.COM | 

MotoGP 2021 baru saja berakhir. Ditutup dengan lahirnya juara baru asal Perancis, Fabio Quartararo, dan pensiunnya Valentino Rossi. Balapan terakhir sang legenda asal Urbino, Italia, ini menandai berakhirnya sebuah era. Musim depan, MotoGP akan diramaikan persaingan talenta-talenta muda terbaik dunia. Selamat datang era baru!

Perbincangan mengenai peta kekuatan tim-tim di balapan motor kelas premium 2022 sudah hangat bahkan sebelum musim 2021 berakhir. Meningkatnya performa beberapa rider lama dan munculnya jagoan baru calon pengisi paddock musim depan menjadi sorotan tersediri bagi para pecinta MotoGP.

Selain bapalan tahun depan akan berjalan tanpa sang ikon MotoGP, Rossi, hal yang paling banyak didiskusikan adalah peluang rider Ducati untuk menjadi juara. Performa gemilang Francesco Bagnaia menunggangi Ducati Desmosedici GP21 sekaligus kesuksesan pabrikan asal Italia ini menjadi juara konstruktor menjadi faktor pendukung utama rider Ducati bisa juara musim depan. Jack Miller, yang masih belum bisa menemukan konsistensinya, juga diprediksi akan membalap dengan lebih.

Masuknya Franco Morbidelli ke line up pabrikan Yamaha, juga diperkirakan akan membuat persaingan di internal semakin kuat. Quartararo akan kembali berbagi garasi dengan mantan rekannya saat di Petronas Yamaha. Di Petronas, keduanya pernah menggila dan meramaikan persaingan juara tahun 2020 yang akhirnya dimenangkan pembalap Suzuki asal Spanyol Joan Mir. Mendapatkan mesin pabrikan, Morbidelli yang dididik langsung oleh Valentino Rossi digadang-gadang akan membuat gebrakan.

Persaingan di papan atas balapan tentu akan kembali panas dengan kembalinya punggawa Repsol Honda, Marc Marquez. Setelah cedera patah tangan yang membuatnya absen setahun, The Baby Alien kembali di tengah musim 2020 dan mampu memenangkan tiga balapan sebelum kembali absen di dua balapan akhir karena cedera saat latihan. Jika ia bisa pulih dari gangguan pada matanya, dan Honda melakukan beberapa perbaikan pada mesin, kembalinya Marquez akan membuat balapan menjadi sangat menarik. Sayangnya, sejauh ini performa rekannya Pol Espargaro tampak belum baik di atas RC213V. 

Sama seperti sebelumnya, tampaknya Suzuki Ecstar belum bisa berbuat banyak di balapan tahun depan. Jika tidak ada perbaikan pada motor, sebagaimana dikeluhkan Joan Mir di paruh terakhir musim 2021, Suzuki masih akan tertinggal oleh rival-rival pabrikan lainnya terutama Ducati yang acap membuat motor mereka tampak terlalu mudah disalip di track lurus.

Nama lain di luar empat pabrikan raksana ini juga patut diperhitungkan. Dari KTM, Brad Binder dan Miguel Oliviera diprediksi masih akan merrepotkan para penantang juara. Di Pramac Ducati, rookie terbaik musim lalu Jorge Martin digadang-gadang akan kembali menunjukkan performa gemilangnya. Pembalap berpengalaman seperti seperti Andrea Dovizioso, Johann Zarco, Aleix Espargaro, dan Takaaki Nakagami hanya jadi “penggembira”.

Balapan musim depan juga akan diramaikan oleh lima rookie. Usai balapan penutup 2020 di Valencia, Tech3 KTM mengumumkan dua pembalap muda yang akan mengisi paddock mereka. Juara Moto2 musim lalu Remy Gardner dan rekan setimnya di Redbul KTM Ajo promosi untuk menggantikan Danilo Petrucci yang pensiun dan Iker Lecuona yang pindah ke World Superbike. Di tim VR46, Luca Marini akan ditemani Marco Bezzecchi. Fabio Di Giannantonio akan menemati rekan senegaranya asal Italia Enea Bastianini di Gresini Racing.

Kejutan juga datang dari tim Yamaha RNF Andrea Dovizioso akan bertandem dengan rider Afrika Selatan, Darryn Binder, yang langsung dipromosikan dari Moto3 ke MotoGP. Menarik ditunggu, akankah Darry mampu mengikuti saudaranya kandungnya, Brad Binder, di ajang balapan kelas utama?

Andi Irawan

Share: