DPR Aceh Minta BSI Wajib Umumkan SOP ke Publik

Habadaily | Ekbis - November 10, 2021 - 19:46
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman. FOTO: For Habadaily.com
HABADAILY.COM | 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh harus menjelaskan ke publik terkait Standar Operasional Prosedur ( SOP) supaya tidak mengundang kegaduhan dalam masyarakat Aceh. Hal ini mengingat semenjak awal hadirnya BSI di Aceh, Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Aceh sudah menjadi bulan-bulanan masyarakat.

"Kita tidak menginginkan karena persoalan teknis lembaga keuangan, syariat islam yang menjadi kambing hitam. Jika memang BSI tidak siap di Aceh, maka sampaikan, biar pemerintahan Aceh (legislatif dan eksekutif) dapat mencari solusi terhadap kebutuhan layanan masyarakat Aceh terhadap lembaga keuangan selama ini," Kata Sulaiman, lewat siaran persnya kepada habadaily.com, Rabu, (10/11/2021).

Kata Sulaiman, mengingat komitmen pemerintah Aceh dalam mengupayakan implementasi syariat islam dari aspek ekonomi terganggu karena beberapa persoalan teknis yang timbul dari internal BSI. Dimana saat ini masyarakat Aceh tidak banyak pilihan untuk memilih layanan perbankan yang dapat mendukung transaksi skala Nasional maupun Internasional.

"Diakui atau tidak, hari ini hanya BSI yang menjadi alternatif masyarakat Aceh, jadi kalau memang tidak siap baiknya sampaikan biar kami cari solusi," jelasnya.

Politis partai Aceh ini juga menyebutkan, Butuh komitmen BSI dalam mendukung layanan perbankan syariah di Aceh, dari segi kemudahan transaksi, efisiensi dan dengan biaya yang sewajarnya.

Jangan sampai kegaduhan layanan perbankan akan menjadi dampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, seperti ATM sering kosong, sistem eror, biaya notifikasi SMS yang tinggi.

"Kejadian-kejadian ini sangat merugikan masyarakat Aceh dan penerapan syariat islam di Aceh. Karena selama ini, saat ada salah satu bank yang bermasalah secara teknis dan kebetulan bank tersebut beroperasi secara syariah, maka yang disalahkan bukan bank tersebut tapi perbankan syariahnya," demikian Sulaiman.

Share: