1.772 Lulusan USK Diwisudakan

Habadaily | Pendidikan - November 10, 2021 - 18:15
Prosesi wisuda lulusan USK.
HABADAILY.COM | 

Universitas Syiah Kuala melalui Sidang Terbuka meluluskan 1.772 wisudawan Pascarjana, Program Spesialis, Pendidikan Profesi, Sarjana dan Diploma. Kegiatan wisuda ini dilaksanakan secara daring dan luring dari Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu (10 November 2021).

Dari 1.772 wisudawan tersebut, sebanyak 442 orang di antaranya lulus dengan predikat pujian atau cumlaude. Dengan jumlah wisudawan hari ini, maka alumni USK saat ini menjadi 138.655 orang.

Selain itu, dua orang mahasiswa yang wisuda hari ini berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Keduanya adalah mahasiswa profesi dokter, yang berhasil memperoleh predikat nilai terbaik 1 dan 3 secara nasional saat mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Mereka adalah Almira Noreen dan Nurul Maghfirah, yang hadir mengikuti wisuda secara luring.

Rektor USK Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEAN Eng dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Rektor mengakui, saat ini USK masih harus melaksanakan wisuda secara daring dan luring. Sebab pandemi Covid-19 belum benar-benar usai hingga hari ini.

Rektor juga mengungkapkan saat ini USK sedang bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Adapun tujuan USK menjadi PTN BH adalah agar perguruan tinggi ini lebih baik lagi tata kelolanya, sehingga dapat lebih mudah dalam berakselerasi dalam mewujudkan visi misinya.

Untuk itulah, Rektor menegaskan, peningkatan statuta ini tidaklah identik dengan kenaikan uang kuliah.

“Dengan menjadi PTN BH, kita dapat lebih fleksibel dalam pengelolaan sehingga dapat meningkatkan mutu Tri Dharma dan daya saing lulusan,” ucap Rektor.

Selanjutnya, Rektor mengungkapkan, jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahunnya mencapai satu juta orang. Sementara pertumbuhan lapangan kerja relatif lamban, sehingga sebagian besar dari alumni perguruan tinggi menjadi pengangguran.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran Indonesia periode Agustus 2021 adalah 6,49{9560ccc3d1f6c68485db82fe084cee715fe9b0b23df6880e281b7e2e379b5f48} atau 9,1 juta orang. Angka pengangguran terbesar terjadi pada kelompok anak muda yang berusia 20-29 tahun.

Karena itulah, Rektor menilai  tidaklah mengherankan, jika ratusan ribu alumni perguruan tinggi masih tercatat sebagai pengangguran terbuka hingga saat ini.

Meskipun demikian, Rektor meyakini  alumni USK yang wisuda hari ini telah dibekali ilmu dan diajarkan cara berfikir kreatif dan inovatif selama kuliah. Mereka juga dilatih untuk menjawab berbagai persoalan, dan bahkan diterjunkan langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk melihat permasalahan masyarakat dari dekat, serta ditantang untuk menyelesaikannya dengan bekal kompetensi yang telah mereka dapatkan sejak awal perkuliahan.

Bagi mereka yang berhasil mempraktekkan ilmunya dengan cara kreatif dan inovatif pada saat itu, ungkap Rektor, situasi apapun tidak akan menghalangi mereka untuk tetap produktif.

“Pada akhirnya, mereka bukan saja terhindar dari kluster pengangguran, akan tetapi mereka bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi para pencari kerja lainnya,” ucap Rektor.

Oleh sebab itu, Rektor optimis lulusan USK dapat survive di tengah persaingan dunia kerja yang sangat kompetitif tersebut. Sebab mereka telah memiliki modal kemampuan serta keterampilan yang mumpuni untuk bekerja di mana saja.

“Kompetensi yang mereka miliki sudah memadai untuk mandiri, berkompetisi, dan bersinergi dengan siapa saja. Yang mereka butuhkan hanyalah keberanian untuk mencoba, serta kelapangan hati untuk menerima apapun hasil yang diberikan oleh-Nya,” ucap Rektor.[]

Share: