Beragam 'Piasan Aceh' Membahana di Expo 2020 Dubai

Habadaily | Haba Gaya - November 3, 2021 - 17:12
Expo 2020 Dubai yang digelar sejak 1 Oktober 2021 sampai 31 Maret 2022 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
HABADAILY.COM | 

Beragam tarian khas Aceh menjadi tontonan menarik yang disuguhkan Pemerintah Aceh di Paviliun Indonesia dalam gelaran Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab. Selain suguhan hiburan, Aceh juga memamerkan lebih dari 50 produk lokal di negara kaya minyak itu.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh Jamaluddin mengatakan penampilan Delegasi Aceh dalam acara bergengsi ini merupakan upaya untuk mempromosikan budaya melalui kesenian Aceh.

Pertunjukan kesenian Aceh ditampilkan setiap hari pada jam-jam tertentu, terutama saat pengunjung Expo 2020 Dubai ramai berkunjung ke Paviliun Indonesia.

“Event Expo 2021 Dubai ini menjadi momentum kita memperkenalkan budaya Aceh ke wisatawan mancanegara yang lebih luas, melalui tarian-tarian seperti seudati, saman, ratoh jaroe, rapai geleng, tari kreasi jalur rempah, dan piasan raya, serta hikayat dan serune kale,” papar Jamal dalam keterangan resmi, Rabu (3/11/2021).

Diketahui, ribuan pengunjung memadati area outdoor stage semenjak 15 menit sebelum kesenian Aceh ditampilkan. Dibuka dengan Tari Penyambutan, aplaus pengujung menggema di area Paviliun Indonesia.

Dilanjutkan dengan tari Rapa’I Geleng dan Tari Saman, pemuda-pemudi asli Aceh mampu memuaskan penonton dan membuat antrian pengujung ke Paviliun Indonesia .

Selain menampilkan kesenian dari Aceh, Pemerintah  Aceh juga mendorong dikenalnya produk asli Aceh di pasar internasional.  Lebih dari 50 produk kerajinan, bumbu masakan hingga fesyen dipamerkan di area rolling exhibition mampu menarik minat pengunjung yang hadir. Hal ini pun tidak lepas dari hasil kerjasama antara pemprov Aceh dan UMKM provinsi Aceh.

Menurut Jamaluddin , keikutsertaan Pemerintah Aceh pada Expo 2020 Dubai ini merupakan peluang besar dalam memperkenalkan dan mempromosikan ragam potensi dan pesona wisata Aceh di era pandemi.

Tak hanya itu, hal tersebut juga sekaligus memperkenalkan reaktivasi industri pariwisata Aceh di era Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) dengan segala pesona alam dan budaya, produk UMKM daerah, serta peluang investasi menarik lainnya.

“Partisipasi Pemerintah Aceh pada Expo 2020 Dubai ini diharapkan Indonesia dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata dan investasi di kawasan Timur Tengah maupun pasar internasional lainnya,” pungkasnya.

Informasi, delegasi Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menjadi penanggung jawab dalam program rolling exhibition Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, sejak 29 Oktober hingga 4 November 2021.

Adapun produk-produk unggulan ekspor Aceh yang diikutsertakan atau mejeng dalam pameran bertaraf internasional itu antara lain, home decor, accessories, Aceh hand bag (tas motif Aceh), fashion, food and beverages (kopi arabika dan robusta), essensial oil, serta herb and spices (lada, cengkeh, pala, coklat, dan lain-lain).

Ketua Tim Rolling Exhibition, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, mengatakan produk-produk unggulan yang dipamerkan di Expo 2020 Dubai tersebut merupakan produk dari 14 Industri Kecil Menengah (IKM) Aceh.

“Delegasi Pemerintah Aceh menampilkan serta mempromosikan produk-produk unggulan Aceh yang berorientasi ekspor. Produk-produk tersebut telah melalui seleksi atau kurasi oleh EO yaitu Royalindo yang merupakan penanggung jawab Paviliun Indonesia dan telah mendapatkan persetujuan  oleh Kementerian Perdagangan RI,” ujar Dyah yang merupakan istri Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Dyah menilai, Expo 2020 Dubai dapat membuka peluang pasar IKM Aceh ke banyak negara, serta berpotensi terjalinnya kerja sama baru dalam hal perdagangan, bisnis dan industri halal. “Potensi peluang pasar di event Expo 2020 Dubai ini tak hanya ke UEA, tetapi juga ke kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa, dan ke seluruh dunia,” ujar Dyah, yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh ini.

Berdasarkan catatan Disperindag Aceh, realisasi ekspor Aceh ke Uni Emirat Arab pada 2020 sebesar USD 215.198 dan realisasi ekspor Aceh ke negara-negara Timur Tengah sebesar USD 15.355.611.

“Oleh sebab itu, hal ini dirasa masih bisa ditingkatkan dengan membuka akses pasar produk Aceh, salah satunya melalui media promosi produk Aceh dengan mengikuti event Expo 2020 Dubai,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan Indonesia menargetkan 2,5 juta orang dari berbagai belahan dunia mengunjungi Paviliun Indonesia di ajang Expo 2020 Dubai, 1 Oktober 2021 sampai 31 Maret 2022 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).[*]

Share: