Berikut Jenis Senjata yang Dipamerkan Museum Aceh Secara Virtual

Habadaily | Sosbud - October 13, 2021 - 11:12
Ini jenis-jenis senjata yang dipamerkan pada Pameran Senjata 2021 yang digelar Museum Aceh secara virtual

HABADAILY.COM | Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh mengelar Pameran Senjata 2021 untuk pertama kalinya secara virtual pada 16 Oktober 2021. Pameran ini menampilkan 176 jenis senjata yang merupakan koleksi Museum Aceh.

Berikut Link nya: KLIK DISINI Disbudpar Aceh

Adapun Jenis Senjatanya antara lain:

Keris 
Keris termasuk senjata tikam golongan belati yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya, karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok dan banyak diantaranya memiliki pamor yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.

Rencong
Rencong merupakan  senjata yang sangat populer di kalangan masyarakat Aceh. Pada awalnya senjata ini masih dalam bentuk yang sangat sederhana. Dalam perkembangan selanjutnya secara evolusi rencong mencapai kesempurnaannya seperti dalam bentuknya yang sekarang. Penggunaan rencong sebagai senjata perang mulai dipakai pertama kalinya untuk melawan Portugis pada masa Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1514 – 1528. 

Pedang
Pedang adalah sejenis senjata tajam yang memiliki bilah panjang dengan dua sisi tajam atau hanya satu sisi tajam saja. Bilah pedang biasanya dibuat dari logam keras seperti besi atau baja.

Manusia telah membuat dan menggunakan senjata pedang sejak zaman perunggu sekitar 1400 SM, kemudian berkembang zaman besi, zaman pertengahan akhir dan hingga zaman modern pada abad 19.

Tombak 
Tombak atau lembing adalah senjata yang banyak ditemukan di seluruh peradaban dunia, terutama karena kemudahan pembuatannya dan biaya pembuatannya yang murah. Tombak adalah senjata untuk berburu dan berperang. Bagiannya terdiri dari tongkat sebagai pegangan dan mata atau kepala tombak yang tajam dan kadang diperkeras dengan bahan lain.

Perisai/Tameng
Perisai adalah alat yang digunakan sebagai penahan berbagai macam senjata tajam seperti tombak, anak panah ataupun pedang. Pemakaian perisai biasanya didampingkan dengan senjata lainnya, seperti pedang dan tombak.

Pada dasarnya perisai mempunyai berbagai macam dan bentuk sesuai dengan lokasi dan kebudayaan setempat. Pada umumnya, perisai dibuat dari bahan metal/logam, tetapi ada juga yang dibuat dari bahan baku kayu, kulit, rotan, binatang bahkan tempurung kura-kura.

Meriam
Meriam diperkirakan muncul di Cina sejak abad ke-12 Masehi sebagai transformasi dari yang sebelumnya senjata bubuk mesiu atau disebut tombak api. Meriam digunakan untuk peperangan pada akhir abad ke-13 dan menyebar ke seluruh Eurusia pada abad ke-14. Selama abad pertengahan meriam besar dan kecil dikembangkan untuk pengepungan, pertempuran lapangan dan pertempuran jarak jauh.
 
Meriam mengubah perang angkatan laut dengan daya tembaknya yang mematikan, memungkinkan kapal untuk saling menghancurkan dari jarak jauh. Perang Aceh juga menorehkan sejarah pemakaian meriam  pada saat itu. 

Siwaih
Senjata pertahanan istimewa yang biasa dipakai hanya oleh sultan atau para bangsawan. Berbeda dengan rencong, gagang senjata ini berbentuk bulat seperti umbian, seolah tangkai genggam tersebut menelan mata  pisau yang lembut dan elok.

Dibandingkan rencong, gagang dan sarung siwaih lebih sarat akan hiasan sebagaimana layaknya senjata pusaka kaum bangsawan. Batu permata, gading dan emas,  dalam bentuk hiasan-hiasan yang rumit menghiasi permukaan bagian atas sarung  pembungkus, tempat pisau memasuki sarung. Beberapa mata pisau siwaih bentuknya lebih lurus daripada rencong tapi mata pisau siwaih maupun rencong terasah pada satu sisi saja dan berakhir dengan ujung yang runcing.[] 

Share: