Tingkatkan Fungsi Edukasi, Museum Aceh Bekerja Sama dengan Sejumlah Elemen

Habadaily | Sosbud - September 28, 2021 - 10:35
Kegiatan PKL yang dijalani mahasiswa di Museum Aceh. [Dok. Ist]

HABADAILY.COM | Museum Aceh kembali melakukan kerja sama dengan sejumlah elemen di Aceh, guna meningkatkan pengetahuan dan peran serta publik. Dengan demikian, fungsi Museum Aceh dalam edukasi, studi dan rekreasi sejarah akan lebih mudah  dicapai. Sehingga publikasi kegiatan akan menjangkau lebih banyak calon pengunjung dan pengguna museum ini.

"Salah satu program optimalisasi Museum Aceh adalah dengan mengadakan berbagai event dan kerja sama. Tujuannya agar publik mengetahui dan ikut mendukung serta berpartisipasi dalam program-program Museum Aceh. Dengan prinsipnya adalah kesepahaman untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi tercapainya manfaat yang dapat dirasakan bersama," kata Kepala UPTD Museum Aceh, Mudha Farsyah.

Kata Mudha, event dan kerja sama yang dilakukan Museum Aceh, akan menjadi kegiatan rutin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, sehingga publikasi kegiatan akan menjangkau lebih banyak calon pengunjung dan pengguna Museum Aceh. Untuk itu Museum Aceh melakukan dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak terkait, salah satunya dengan universitas, lembaga riset dan para tokoh.

"Salah satu bentuk kerja sama yang nyata, saling mendukung dan memberikan manfaat adalah penempatan Mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapangan) oleh pihak universitas di Museum Aceh, salah satunya UIN AR-Raniry. Dengan ini nantinya dapat mengoptimalisasi fungsi Museum Aceh," akunya.

Lebih lanjut Mudha mengaku kerja sama ini penting untuk peningkatan kemampuan mahasiswa, baik pengetahuan maupun pengalaman di lapangan pekerjaan, penerapan dan pengaplikasian secara nyata ilmu pengetahuan dan pendidikan  formal yang telah diperoleh di kampus, tercapainya salah satu mata pelajaran dalam memenuhi persyaratan kelulusan akademik, serta menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyandang predikat  sarjana.

"Bersumber dari benda cagar budaya sebagai koleksi museum, juga sebagai jantungnya sebuah museum, dari situlah  kandungan  beragam ilmu diberikan oleh para pengelola museum kepada para mahasiswa yang melakukan PKL di Museum Aceh khususnya, dan kepada pengguna Museum Aceh pada umumnya," Jelasnya.

Ketua Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Sanusi Ismail mengaku, Museum Aceh adalah sumber pembelajaran, penelitian dan pengabdian yang sangat bernilai buat mahasiswa dan dosen Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam. Sebagai mahasiswa yang menekuni bidang sejarah dan budaya mahasiswa Prodi SKI harus mengenal  benda-benda peninggalan budaya masa lalu yang menjadi jejak sejarah penting suatu masyarakat.

"Museum Aceh kaya akan koleksi sejarah dan budaya Aceh yang berguna sebagai sumber belajar, mengajar dan penelitian mahasiswa dan dosen Prodi SKI. Museum Aceh juga dapat menjadi tempat dosen dan mahasiswa Prodi SKI melakukan pengabdian masyarakat, sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan menyumbangkan tenaga, pikiran dan kepakarannya melalui kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan konservasi, pendidikan, promosi dan pemanduan di Museum Aceh," akunya.

Sementara itu, Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Ivan Aulia Trisnadi mengaku Museum Aceh mempunyai hubungan pendidikan yang sangat relevan dengan pendidikan dan pengajaran bagi mahasiswa yang menjalani PKL jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Mereka bisa memperoleh ilmu dan praktik langsung ke dunia kerja, seperti tentang tata cara pengelolaan Koleksi Filologika yang memang menjadi objek pembelajaran, pengkajian dan penelitian yang terkait erat dengan jurusan Bahasa dan Sastra Arab.

"Museum Aceh merupakan tempat sejarah yang paling banyak sejarahnya maupun ilmu yang langsung kita dapat, selain itu kami menilai museum ini selaras dan berkaitan dengan persejarahan yang menjadi bidang studi di perkuliahan saat ini, kemudian di sini juga kami mendapatkan banyak bidang. Selain di koleksi, prekon, perpustakaan, tata usaha, dan lain yang paling penting juga kami diajarkan cara memandu agar kami terlatih untuk kesempatan bekerja di sini,” pungkasnya. (***)

 

Share: