Pengelolaan Dana Otsus Masih Jauh Dari Harapan

September 22, 2021 - 00:10
Suasana dengar pendapat antara Tim Pengkajian Daerah Setjen Wantannas dengan Sivitas Akademika USK di Balai Senat, Kantor Pusat Administrasi USK, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (21/9/2021). [Dok. Ist]

HABADAILY.COM - Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI menyambangi Universitas Syiah Kuala, Selasa (21/9/2021). Kunjungan ini bagian dari rangkaian kegiatan mereka di Aceh meninjau implementasi UU Nomor 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Senat USK itu, Wantannas meminta pandangan dan masukan dari akademisi USK mengenai penerapan UUPA. Rektor USK, Prof. Samsul Rizal menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari tingkat kemiskinan yang tinggi, isu kesehatan seperti stunting, dan dana otonomi khusus (otsus).

Menurut Samsul, pengelolaan dana otsus selama ini masih jauh dari harapan. Untuk itu, ia meminta kepada Wantannas untuk menyampaikan kepada presiden, agar melakukan kajian yang komprehensif untuk diketahui akar masalah, setelahnya dievaluasi.

"Saran saya, harusnya pemerintah pusat, oleh presiden, siapapun orang atau tim yang ditunjuk nantinya, untuk mengkaji secara mendalam persoalan dana otsus ini. Sudah puluhan triliun dana dikucurkan. Menurut saya, dana otsus sebaiknya dikelola oleh satu badan khusus," kata Samsul.

Namun begitu, Rektor USK berharap otsus tetap diperpanjang dengan catatan tata kelola diperbaiki. Dengan tata kelola dan peruntukkan tepat sasaran, ia optimis kemiskinan di Aceh yang relatif masih tinggi dapat diturunkan.

"Saya khawatir jika otsus tidak diperpanjang maka akan muncul konflik baru, tetapi bukan konflik bersenjata," jelas Rektor.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Tim Pengkajian Daerah Wantannas diketuai oleh Maulana, SH, MH. Pada pertemuan yang berlangsung di Balai Senat tersebut, selain disambut oleh Rektor USK, para wakil rektor hingga sejumlah dekan juga tampak hadir.(*)

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.