Museum Aceh, Tempat Pengenalan Budaya dan Sejarah Aceh

Habadaily | Sosbud - September 22, 2021 - 17:00
Gelaran Sosialisasi Museum Aceh, 13 September 2021. [Dok. Ist]
HABADAILY.COM | 

HABADAILY.COM | Museum yang merupakan salah satu wadah pelestarian kebudayaan, sumber inspirasi, objek wisata budaya serta media pembinaan sejarah seiring waktu keberadaannya di masyarakat mulai agak terlupakan.

Hal ini disebabkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, dengan segala akibatnya menyebabkan pergeseran dalam bidang sosial dan politik, juga dalam nilai-nilai kebudayaan di masyarakat, sehingga tanpa disadari masyarakat mulai melupakan budaya dan sejarah mereka sendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin mengaku museum Aceh adalah salah satu tempat pengenalan budaya dan sejarah Aceh (Library of Our History). Keberadaannya praktis sebagai ruang untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa terkait peranan dan fungsi museum, yakni melalui kegiatan sosialisasi museum.

"Pengelolaan museum harus dilakukan secara optimal, memperhatikan dan menggunakan metode komunikasi yang tepat, pengolahan data yang akurat dan penyajian informasi yang maksimal sehingga museum dapat berperan sebagai media budaya dan sejarah untuk segala lapisan masyarakat," kata Jamaluddin.

Diharapkan nantinya para peserta yang telah memperoleh informasi tentang museum mau membagi informasi tersebut, sehingga muncul kesadaran kembali pada masyarakat untuk mengapresiasi dan mengunjungi museum dalam rangka mengenal budaya dan sejarah Aceh khususnya. Sehingga budaya dan sejarah Aceh dapat lebih terpelihara keberadaaanya di masyarakat.

Kepala UPTD Museum Aceh, Mudha Farsyah mengaku, paradigma museum memang telah berubah sesuai dengan kemajuan dan perkembangan permuseuman Indonesia. Museum yang dulunya berorientasi kepada koleksi semata, kini berorientasi pada pelayanan publik.

"Dengan adanya koleksi museum sebagai media pengetahuan, Museum Aceh melakukan berbagai usaha dan kegiatan dalam rangka pengoptimalisasi peranan museum kepada masyarakat, khususnya para generasi muda," akunya.

Mudha mengaku, seiring dengan perubahan tersebut maka Museum Aceh terus berbenah diri dalam menarik minat dan jumlah kunjungan wisatawan. Koleksi museum sebagai warisan budaya merupakan bukti sejarah yang mampu bercerita panjang lebar dan merupakan salah satu simbol kemajuan dan peradaban Aceh, dalam mendukung, memperkaya keragaman budaya dan peradaban bangsa.

Museum Aceh sebagai sarana dan wahana pembelajaran terhadap nilai-nilai peradaban tersebut  berupaya semaksimal mungkin untuk tetap menjaga dan melakukan pelestarian  warisan budaya yang terdapat di Museum Aceh sehingga bermanfaat dan berguna bagi  edukatif rekreatif  masyarakat umum.

"Tentunya nilai-nilai peradaban yang tersimpan di dalam Museum akan selalu dan senantiasa  diperkenalkan dan disosialisasikan kepada segenap lapisan masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa," sebutnya.

Pada tahun 2021, Museum Aceh kembali menggelar kegiatan sosialisasi kepada para mahasiswa dan merupakan program pengenalan Museum Aceh dan koleksinya dalam rangka orientasi dan kunjungan museum sebagai objek/situs bersejarah oleh segenap Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar–Raniry Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam.

"Kegiatan sosialisasi museum bermanfaat bagi pengenalan, pengembangan dan pemanfaatan Museum Aceh secara maksimal kepada masyarakat terutama pelajar, mahasiswa sebagai generasi muda sehingga dapat meningkatkan fungsi museum sebagai pelestari budaya, ruang edukasi public, tempat rekreasi yang menyenangkan,” demikian ujar Mudha.(***)

Share: