Di Museum Aceh, Pengunjung Dapat Melihat Islam dalam Adat Budaya Aceh

Habadaily | Wisata - September 18, 2021 - 16:07
Suasana Museum Aceh.
HABADAILY.COM | 

HABADAILY.COM—Tatanan Islam mewarnai kehidupan masyarakat di Bumi Serambi Mekah. Bahkan, nilai-nilai Islam tercermin dalam adat-istiadat dan budaya masyarakat Aceh dari masa lampau hingga sekarang.

Ajaran Islam yang dibawakan oleh Rasulullah, kemudian diteruskan oleh para sahabat dan ulama-ulama berikutnya, sehingga sekarang ini telah tumbuh dan berkembang ke sengenap penjuru dunia. Dan, Aceh menjadi tanah pertama berkembangnya Islam di Nusantara.

Karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui Museum Aceh terus melestarikan kandungan Islam dalam adat dan budaya Aceh dengan mengkoleksi sejumlah benda bersejarah.

Adapun koleksi Museum Aceh yang mencerminkan tananan Islam terdiri atas tiga klasifikasi besar, koleksi anorganik, organik dan campuran. Klasifikasi tersebut terbagi lagi dalam 10 jenis disiplin ilmu. Masing-masing adalah geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramono-logika, seni rupa, dan teknologika.

Dengan tujuan memperkenalkan kandungan Islam dalam adat budaya Aceh, Museum Aceh juga sudah pernah mengelar pameran bertajuk "Islam Dalam Adat Budaya Aceh" pada Juni 2021 lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin saat membuka acara tersebut mengatakan pameran sejarah islam ini menjadi ajang untuk mengkaji ulang kebiasan baik yang dilakukan para pendahulu sebelumnya. 

Menurutnya, sejak dulu kehidupan berbudaya kehidupan bangsa Aceh dikenal sangat regilius dan adat istiadat yang identik dengan islam.

"Hal ini tentunya tidak dapat dipisahkan, harmonisasi antara adat dan islam ini berkembang dalam aspek kehidupan masyarakat Aceh," katanya.

Kepala UPTD Museum Aceh, Mudha Farsyah mengaku, Dalam hal menyebarluasan informasi, pihaknya sudah menggelar pameran sejarah Islam dan diskusi dengan tema Islam dalam adat dan budaya Aceh secara virtual pada 16 Juni 2021 di Museum Aceh," katanya 

Menurut Mudha, pameran sejarah Islam tersebut menjadi ajang untuk mengkaji ulang kebiasan baik yang dilakukan para pendahulu kita.

“Nilai-nilai keislaman itu juga dapat kita temukan dalam beberapa aspek, baik aspek intelektual, budaya, seni dan lain-lain, aspek-aspek itulah yang menginspirasi dari kegiatan ini sehingga museum mempublikasikan dan memamerkan koleksi-koleksi,” papar Mudha.

LIHAT VIDEO: Pameran Sejarah Islam "Islam Dalam Adat & Budaya Aceh" - Disbudpar Aceh

Ditambahkannya, sejak dulu kehidupan budaya bangsa Aceh dikenal sangat religius dan adat istiadat yang identik dengan Islam. “Hal ini tentunya tidak dapat dipisahkan, harmonisasi antara adat dan Islam ini berkembang dalam aspek kehidupan masyarakat Aceh,” kata Mudha.

Ia menyebutkan, seperti pepatah Aceh, “adat meuhukom lage zat ngon sifeut (adat dan hukum adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan). Kalimat tersebut, kata dia, menjadi bukti budaya Aceh sangat erat dengan ajaran Islam.

Ada banyak benda bersejerah di Museum Aceh yang membuka wawasan dalam menggali peninggalan sejarah masa lalu.  Dengan koleksi tersebut, diharapkan generasi yang akan datang tidak kehilangan jejak baik para leluhur.

“Ini juga sesuai dengan slogan Museum Aceh yaitu kenali sejarah agar tak salah melangkah,” ucapnya.[***]

Share: