HABADAILY.COM—Wakil Ketua TP PKK Aceh Dyah Erti Idawati mengimbau Mahasiswa Unsyiah yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, untuk mensosialisasikan pencegahan dan penanganan stunting kepada masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Dosen Teknik Arsitektur Unsyiah itu turut mendampingi sang suami yang tak lain adalah Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada kunjungan kerja ke sejumkah kabupaten sejak tanggal 20 hingga 22 Januari 2020.
Mengetahui ada mahasiswa KKN di Desa Wonosobo, Dyah Erti mengajak sang suami untuk menjenguk, memotivasi sekaligus mengajak para mahasiswa mensosialisasikan upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Dalam sambutannya, Dyah mengajak para mahasiswa KKN untuk mematangkan konsep dan berkontrubusi akrif dalam mendukunf setiap program Pemerintah Aceh, Pemkab Bener Meriah maupun program desa yang sedang berjalan, termasuk upaya penanganan dan pencegahan stunting.
“Setiap kelompok mahasiswa KKN tentu memiliki koordinator kecamatan dan koordinator desa. Nah, adik-adik harus terlibat aktif dalam rapat- rapat desa dan rapat di tingkat kecamatan. Sehingga dapat mengetahui apa saja program pemerintah yang sedang berjalan. Dengan demikian, adik-adik dapat memberikan sumbang saran dan turut mengeksekusi program-program yang ada, terutama pada program penanganan dan pencegahan stunting,” imbau Dyah Erti.
Menanggapi saran Wakil kKerua TP PKK Aceh, Rahmi mahasiswa Teknik Arsitektur Unsyiah, yang juga Koordinator Kelompok KKN di Desa Wonosobo menjelaskan, bahwa saat ini kelompoknya sudah merumuskan beberapa kegiatan, yaitu sosialisasi pengelolaan dan pengelompokan sampah utama, Sosialisasi stunting, dan penataan desa.
“Di Desa Wonosobo ini, kaum ibu rutin menggelar wirid dan menjalankan program menanam bunga di pekarangan rumah. Kita sudah berdiskusi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mensosialisasikan program pemilahan sampah utama dan mengkampanyekan penanggulangan stunting bu,” kata Rahmi.