Renggali Takengon Juarai Lomba Musik Etnik Garapan 2019

Habadaily | Hiburan - November 20, 2019 - 18:05
Perwakilan para juara Lomba Musik Etnik Garapan 2019 di Banda Aceh.
HABADAILY.COM | 

HABADAILY.COM—Renggali tampil sebagai juara Lomba Musik Etnik Garapan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisatadan Kebudayaan Aceh melalui UPTD Taman Seni  dan Budaya Banda Aceh.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari, 18-19 November 2019, ini berlangsung meriah. Festival Musik 2019 ini mampu menyedot perhatian banyak penonton, mulaikalangan milenial hingga para pelaku seni.

Acara ini diikuti oleh 12 grup musik yang berasal dari berbagai daerah di Aceh. Para peserta antusias menunjukkan performa terbaik mereka di pentas musik, berbagai kolaborasi alat musik tradisional dan modern ditampilkan pada acara ini.

Perlombaan ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp28 juta. Grup musik Renggali dari Aceh Tengah berhasil meraih juara 1. Pada penampilannya grup tersebut berhasil memukau dewan juri serta penonton dengan mengkombinasikanalat musik serta syair gayo dengan musik modern.

Sementara juara 2 diraih oleh grup Mozaik, diikuti grup Tuha Lapan sebagai juara 3, serta juara harapan didapatkan oleh grub Hoka Etnika. Selain itu, turut diberikan penghargaan untuk komposer terbaik yang diterima Heryan Pratama yang merupakan komposer musik grup Renggali.

Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya, Elly Zuarni SSn dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang berkreasi bagi para seniman. "Melalui festival musik ini kita ingin memberi ruang berkreasi kepada teman-teman di dunia seni, khususnya seni musik,” katanya.

Menurut Elly, kreativitas akan tumbuh dengan baik apabila ruang-ruang tersebut diberikan ruang seluas-luasnya. “Ruang tersebut akan dapat terisi dengan baik karena kita percaya bahwa kemampuan seniman Aceh itu hebat-hebat," ujarnya.

Elly juga berharap agar ke depannya musik etnik garapan ini dapat menjadi daya tarik wisata serta dimanfaatkan menjadi sebuah industri kreatif yang menghasilkan nilai ekonomi tinggi di Aceh.

"Keunikan yang dimiliki oleh musik etnik di Aceh harus kita manfaatkan menjadi sebuah peluang.  Potensi yang harusnya bisa lebih kita tingkatkan dalam usaha kita memajukan pariwisata dan kebudayaan Aceh. Kita memiliki alat serta aransemen musik yang khas dengan unsur Melayu maupun Arab. Keunikan tersebut harusnya menjadi sebuah industri kreatif yang dapat mendatangkan penambahan nilai ekonomi bagi pelaku seni itu sendiri," ujarnya.[]

Share: