HABADAILY.COM – Konflik gajah dengan manusia tahun 2018 belum berakhir. Pembangunan barrier atau pembatas di kawasan habitat gajah mendesak dilakukan di Aceh, agar bisa mengurangi intensitas konflik gajah dengan manusia.
Tanpa ada penanganan yang serius oleh pihak pemerintah, konflik hewan bertubuh besar ini akan terus terjadi. Dampak negatif populasi gajah di hutan Aceh akan terus berkurang. Padahal gajah itu merupakan aset daerah yang harus dilindungi untuk anak cucuk kedepan.
Untuk mencegah terjadinya konflik satwa dengan manusia. Pembangunan barrier mutlak harus dilakukan. Baik itu barrier alami, maupun buatan seperti parit atau aliran listrik yang bisa menyengat hewan bertubuh besat itu.
Namun barrier alami banyak yang merekomendasikan. Seperti pohon lemon, biasa dipergunakan untuk meracik minuman segar yang mengandung vitamin C. Ternyata pohon bau menyengat ini cukup efektif mencegah gajah tidak keluar dari habitatnnya.
Aroma lemon yang menyengat, ditambah indra penciuman gajah yang sensitif hingga hewan bertubuh besar itu menjauh. Pohon lemon ini menjadi barrier alami untuk memisahkan habitat gajah dengan pemukiman dan perkebunan warga, agar tidak terjadi konflik satwa.
Pohon lemon juga memiliki batang yang berduri panjang dan tajam. Jangankan hewan, manusia pun harus berhati-hati. Sehingga gajah enggan mendekat ke batang lemon ini.
Upaya pencegahan konflik satwa menggunakan pohon lemon sudah dipraktekkan di negara bagian Assam, Distrik Kazirangga, India yang berada di Kaziranga National Park. Dengan adanya pohon lemon ini, gajah dan manusia bisa hidup berdampingan.
Bahkan keberadaan gajah di sana menjadi pemantik ekonomi masyarakat Keberadaan gajah di sekitar mereka, menjadi daya dorong perekonomian warga. Kesadaran warga untuk menjaga hewan dilindungi gajah pun muncul.
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurzahri mengaku, baru saja kembali dari India dan melihat langsung proses pencegahan konflik gajah dengan manusia. Malah mereka bisa hidup berdampingan dan tumbuh kesadaran untuk melindungi gajah.
Meskipun Nurzahri melihat, kesadaran melindungi gajah di negara bagian Assam, Distrik Kazirangga, India datang karena faktor ekonomi, tetapi setidaknya ini bisa melindungi gajah dari kepunahan. Warga bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dengan melindungi satwa dilindungi itu.
“Kesadaran masyarakat di sana sudah cukup bagus untuk melindungi gajah. Karena mereka sudah merasakan keuntungan secara ekonomi dan pemerintah peduli,” kata Nurzahri kepada Habadaily.com.