HABADAILY.COM - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mempertanyakan sikap Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh terkait persoalan PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM) di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah. WALHI Aceh menilai sejauh ini Plt Gubernur Aceh belum memberikan sikap apapun di tengah gejolak penolakan tambang PT. EMM yang disuarakan berbagai elemen masyarakat di Aceh.
Sebelumnya, pada 28 Maret 2013, masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya telah menyurati Gubernur Aceh terkait sikap masyarakat menolak kehadiran PT. EMM. Surat masyarakat tersebut tidak mendapat respon dari Gubernur Aceh. Hingga akhirnya, Kepala Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Republik Indonesia menerbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk PT. EMM melalui SK Nomor 66/I/IUP/PMA/2017 tertanggal 19 Desember 2017.
Kemudian, kata M Nur, Bupati Nagan Raya pada 2 Oktober 2018 mengirimkan surat nomor 180/54/2018 kepada Gubernur Aceh perihal mohon penyelesaian permasalahan PT. EMM. Pada tanggal yang sama, WALHI Aceh melalui surat nomor 119/DE/WALHI Aceh/XI/2018 juga menyurati Plt. Gubernur Aceh perihal rekomendasi pencabutan izin PT. EMM.
"Sejauh ini juga kedua surat tersebut belum mendapatkan respon dari Plt. Gubernur Aceh," kata M Nur, Minggu (25/11/2018).
Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada 6 November 2018 telah melaksanakan rapat paripurna khusus terkait permasalahan PT. EMM. Dalam paripurna tersebut ada beberapa keputusan yang diambil pihak DPR Aceh.