Dewan Sarankan Jalan Peureulak - Lokop - Gayo Lues jadi Jalan Nasional

July 23, 2018 - 12:09
Tim Pansus Dapil VI ketika berkunjung ke Jalan Peureulak - Lokop - Gayo Lues sekitar bulan Mei 2018 | IST

HABADAILY.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) merekomendasikan agar Pemerintah Aceh melaui dinas terkait segera mengusulkan peningkata status jalan Peureulak - Lokop - Gayo Lues. Dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.

Sehingga pembangunan dan pemeliharaan jalan yang sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar sumber APBA sejak 2016 tersebut, pembiayaannya bisa beralih ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PBN) atau tidak lagi dari APBA.   

Rekomendasi tersebut disampaikan oleh Tim Pansus Dapil VI dalam laporan hasil tinjauan lapangan pada Sidang Paripurna Pansus DPRA tahun 2018, menyikapi LHP BPK RI dan LKPJ Gubernur Aceh untuk tahun anggaran  2017. Sebelumnya, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan Pemerintah Aceh tahun 2017.

“Kepada Pemerintahan Aceh untuk sesegera mungkin mengusulkan perubahan status ruas jalan Peureulak-Lokop - Gayo Lues dari jalan provinsi menjadi jalan nasional, sehingga penanganan baik pemeliharaan maupun pembangunannya akan ditanggulangi APBN. Secara otomatis spesifikasi pembangunan jalan akan mengikuti standar nasional dan dapat menahan beban tonase yang mencapai 30 ton,” demikian rekomendasi Tim Pansus Dapil VI.

Tim ini dipimpin oleh Iskandar Usman aAl-Farlaky,S.HI (ketua), Darmawan  (wakil ketua), ir. Hj. Fatimah (sekretaris). Dengan tiga anggota yakni Hj. Aisyah Ismail Daud, Martini, A.MA dan Usman Abubakar. Mereka dari daerah pemilihan Kabupaten  Aceh Utara .

Dijelaskan, pemeliharaan berkala jalan Peureulak-Peunaron yang bersumber dari dana Otsus Aceh, jalan hotmix dibangun sepanjang 1,5 km dan lebar 6 meter dengan anggaran Rp.4,5 miliar dikerjakan oleh PT. Andalusia Samudra.  Menurut amatan tim Pansus Dapil VI, pemeliharaan berkala jalan sepanjang 1,5 km: Di Desa Beurandang sepanjang 1,4 km ditambah Desa Bhom sepanjang 140 m ini belum sempurna.

Aspalnya kurang berkualitas dan diperkirakan jalan tersebut tidak akan tahan lama. Dalam analisa Tim Pansus, kondisi ini selain juga perencanaan yang masih kurang matang juga disebabkan kondisi tanah yang labil. Menurut penjelasan dari pendamping utusan dinas Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Aceh, badan jalan ini pernah direndam banjir kiriman pada bulan Desember tahun 2017 dan sangat mempengaruhi kualitas jalan dikarenakan di sisi kiri kanan.

Pendamping dari dinas juga menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan sehingga terhadap sejumlah hal akan diperbaiki dengan menggunakan anggaran pemeliharaan. Tim Pansus juga melihat sejumlah ruas jalan yang telah rusak di derah Kecamatan Peunaron yang dibangun pada tahun 2016 sudah mulai diperbaiki kembali.

Sementara untuk tahun 2018 akan dilakukan pengaspalan Jalan Peunaron – Lokop dalam tiga segmen: Segmen I dari Gampong Beusa – Ranto Peureulak dengan anggaran Rp. 20 milyar, Segmen II dari Ranto Peureulak – Peunaron Rp. 20 milyar dan segmen III dari Peunaron – Lokop – Batas Gayo Lues dengan anggaran Rp. 29,525 miliar. []

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.