HABADAILY.COM - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort 12 Langsa bersama personel Polsek Rantau Peureulak, Aceh Timur, mengubur buaya muara yang beberapa jam lalu ditangkap warga di perkebunan sawit, Senin (16/7/2018).
Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya buaya muara yang ditangkap warga saat masuk ke alur kebun sawit di kawasan Gampong Kuta Blang, Kecamatan Rantau Peureulak, Aceh Timur.
"Menerima informasi itu tim langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi buaya yang ditangkap, informasi yang didapat buaya ini ditangkap tadi malam," ujarnya saat dikonfirmasi.
Setiba di lokasi siang tadi, tim langsung melakukan pengecekan terhadap buaya tersebut. Namun nahas, buaya ditemukan dalam keadaan mati di lokasi kejadian.
"Buayanya sudah mati, jenis kelamin jantan dengan panjang kurang lebih 3 meter dan diperkirakan usianya antar 8 hingga 9 tahun. Diduga buaya muara jantan ini mati karena dehidrasi," ungkap Sapto.
Kemudian, tim yang terlibat langsung mengubur bangkai buaya di sekitar lokasi penangkapan. Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar tidak menangkap, memelihara apalagi memperdagangkan satwa liar apapun.
"Khususnya satwa liar yang dilindungi, bila ada temuan seperti ini langsung lapor ke petugas atau pihak terkait biar langsung bisa ditangani oleh ahlinya," tambahnya.
Sebelumnya, warga menangkap buaya ini karena khawatir dan resah akibat sering muncul. Warga khawatir, keberadaan buaya muara ini dapat membahayakan, khususnya bagi orang yang beraktivitas di sekitarnya.
Kapolsek Rantau Peureulak, Polsek Aceh Timur, Ipda Noca Tryananto mengatakan, menurut keterangan warga buaya itu ditangkap saat naik ke darat melalui alur air yang ada di perkebunan sawit setempat.
"Warga kemudian menangkapnya dan kemudian dilaporkan ke pihak BKSDA. Bobot buaya diperkirakan seberat 100 kilogram dengan panjang 3 meter," kata Kapolsek.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai yang kerap terlihat buaya. "Ini untuk menjaga keselamatan warga," tambahnya.[acl]