HABADAILY.COM – Kekalahan tim raksasa sepakbola dunia Argentina dan Portugal diluar efektasi banyak orang. Sebelum bertanding pada babak gugur ini banyak mengunggulkan kedua tim yang bertabur bintang, kenyataannya mereka harus pulang lebih cepat.
Argentina harus mengakui ketangguhan Perancis yang mempercundang 4-3 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Russia. Sedangkan Portugal yang dimotori Ronaldi sebagai kapten, harus mengakui kehebatan Uruguay dengan skor 2-1. Alhasil kedua negara ini pun harus angkat kopor lebih cepat.
Seperti dilansir Goal.com, pelatih Argentina, Jorge Sampaoli menegaskan bahwa timnya sudah melakukan segala hal untuk memaksimalkan potensi Lionel Messi. Memberikan umpan-umpan yang baik, namun Argentina harus mengakui keunggulan 4-3 milik Prancis dalam duel superketat, di babak perdelapan-final Piala Dunia 2018, Sabtu (30/6/2018) malam WIB.
Hasil ini jelas menyakitkan buat Argentina, yang menargetkan gelar juara dan jadi salah satu favorit kampiun turnamen. Pun halnya dengan kapten dan bintang utamanya, Lionel Messi, yang tampaknya urung melengkapi lemari trofinya dengan Piala Dunia.
Pemain terbaik dunia lima kali itu tampak akan sulit mentas di Piala Dunia 2022 esok, seiring usianya yang bakal menginjak 35 tahun. Selain itu dirinya juga sempat mengaku berniat pensiun dari level internasional untuk kali kedua, jika Albiceleste gagal di Rusia.
Jorge Sampaoli, jelas menyesalkan potensi buruk tersebut. Terlebih karena dirinya mengaku telah berusaha semaksimal mungkin membentuk tim untuk melayani kinerja Messi, sepanjang Piala Dunia 2018 ini.
"Saya pikir kami beradaptasi dengan kebutuhan, bukannya memiliki ide yang jelas. Tim punya kebutuhan untuk menang, yang mungkin lebih kuat daripada konsep sepakbola kami," papar Sampaoli, seperti dikutip laman resmi FIFA dilansir goal.com.
"Kami memiliki pemain terbaik di dunia dan tim telah berusaha menciptakan situasi kolektif supaya benar-benar bisa memaksimalkan pemain tersebut. Seorang pemain yang bisa membuat banyak momen brilian," lanjut eks nakhoda timnas Cile ini.
"Kami mencoba banyak taktik yang berbeda, mengelilinginya, menciptakan ruang buat dia. Jadi kami telah mencoba menggunakan semua yang kami punya untuk membuatnya mampu melakukan apa yang bisa dia lakukan," tegas juru taktik berkepala plontos tersebut.
Walau gagal mencetak gol, Messi sejatinya tidak benar-benar tampil buruk dalam duel melawan Prancis. Pemain berusia 31 tahun itu mampu torehkan dua assist dari tiga gol yang diceploskan Tim Tango.
Sementara itu Portugal pada akhirnya juga harus tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018, Minggu (1/7/2018) dini hari WIB. Kepastian itu hadir seiring kekalahan 2-1 yang diderita dari Uruguay.
Kapten sekaligus bintang utama Portugal, Cristiano Ronaldo, lagi-lagi harus menunda mimpi besarnya untuk raih kesempurnaan dengan memenangkan Piala Dunia. Sudah empat edisi diikutinya sejak 2006 dan prestasi tertingginya adalah meraih peringkat keempat.
Menilik usianya yang kini sudah menginjak 33 tahun, pemain terbaik dunia lima kali itu kemudian diisukan bakal memutuskan gantung sepatu dari Seleccao. Tidak heran, karena di Piala Dunia 2022 esok dirinya akan berusia 37 tahun.
Kabar buruk untuk sepakbola Portugal dan internasional itu kemudian diperkuat sendiri oleh Ronaldo, yang menyatakan bahwa negaranya harus fokus pada masa depan dengan banyaknya pemain muda berkualitas.
"Sekarang adalah saatnya untuk berbicara soal masa depan para pemain [Portugal] dan pelatih," tutur Ronaldo sesuai duel melawan Uruguay, seperti dilaporkan Goal dari Rusia.
"Kami memiliki grup yang fantastis, muda dan dengan ambisi yang besar tim ini akan tetap kuat," ujarnya. Ketika ditanya lebih lanjut tentang masa depannya di Portugal, sang megabintang belum bersedia untuk memberi klarifikasi.
Sebelumnya pelatih Portugal, Fernando Santos, telah menegaskan bahwa timnya masih membutuhkan Ronaldo untuk memimpin para pemain muda berkembang.[goal.com/acl]