Saran Gubernur pada Gerakan Bela Negara Aceh

February 18, 2016 - 15:25
Foto Humas | Habadaily,com

HABADAILY.COM - Gubernur Aceh melalui Asisten I Muzakar A Gani mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Belan Negara (GBN) Aceh Priode 2015-2020, Rabu (17/02/2016). Dalam sambutannya, gubernut membahas kewaspadaan ideologi  merusak moral.

Kata Gubernur, kesadaran berbangsa dan bernegara serta komitmen menjaga keutuhan Negara KesatuanRepublik Indonesia (NKRI)harus terus menerus dirawat oleh seluruh masyarakat untuk menangkal ideologi asing yang dapat merusak moral bangsa dan mengikis rasa nasionalisme.

 “Revolusi teknologi informasi dan globalisasi sosial-budaya saat ini dapat mrngancam kedaulatan suatu bangsa. Ideologi-ideologi asing dan menyesatkan sangat bertentangan dengan semangat NKRI yang sedang kita gelorakan,” ujarGubernur.

Menurutnya, paham-paham  bertentangan dengan semangat nasionalisme kian berkembang di Indonesia. Meski komunisme sudah lama runtuh di pelbagai belahan dunia, bahaya laten komunis di Indonesia belum sepenuhnya padam. Hanya saja berada di bawah permukaan dan belum berani tampil ke permukaan.

Gubernur mengajak seluruh komponen bangsa tetap waspada. Komunisme belum mati dan ia bisa berkembang lagi pada momentum yang tepat. Momentum itu datang ketika masyarakat sudah abai pada soal kesadaran berbangsa dan bertanah air.

Ketika spirit bela negara menjadi lemah, maka itulah saatnya ideologi sesat akan berkembang marak di tengah-tengah masyarakat kita. “ Maka waspadalah terhadap ideologi  yang dapat merusak moral bangsa tersebut,” harapnya.

Usai pelantikan pengurus, DPW GBN Aceh juga  menyelenggarakan diskusi dengan tema “KewaspadaanTerhadap Budaya Laten Komunisme.” Turut hadir dalam acara tersebut, Perwira Ahli Bidang Sosbud Kodam IM, KolonelInf Iwan Sumantri, Ketua GBN Aceh, Kolonel (Purn) H. M. Djafar Karim serta jajaran pengurus DPW GBN Aceh. [jp]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.