HABADAILY.COM – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di depan mahasiwa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dalam kuliah umum banyak menyinggung soal darurat narkoba. Karena Aceh termasuk peringkat ke tujuh di Indonesia peredaran barang haram tersebut.
Panglima bahkan memperlihatkan data-data narkoba yang berhasil disita oleh lembaga kepolisian. Pada 5 Januari 2015 lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kalideres, Jakarta Barat berhasil menyita 800 kilogram sabu dalam kemasan kopi siap edar.
Polres dan BNN di Dumai, Riau, berhasil menyita empat kilogram sabu pada 11 Agustus 2015, dan Polres Metro Jaksel menemukan 52.300 butir ekstasi dan 1.764 gram sabu dalam kemasan biskuit di rumah kos Grogol pada 12 Agustus 2015.
“Itu bisa menyebabkan generasi yang tidak berkualitas di Indonesia. Semua itu akibat penyalahgunaan narkoba,” kata Gatot saat memberikan kuliah umum di AAC Dayan Dawood, Jumat (18/9/2015). Datang juga Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam kegiatan itu.
Ia mengatakan, ada pihak yang ingin menghancurkan generasi muda Indonesia dengan berbagai budaya negatif, salah satunya menggunakan narkoba. Lanjutnya, daerah yang menjadi salah satu target dari peredaran narkoba ialah Aceh.
“Bayangkan, di tempat Serambi Mekkah, kita diincar duluan. Baru-baru ini Aceh peringkat tujuh narkoba. Berarti udah luar biasa. Narkoba ini sangat berbahaya,” tutur Gatot kepada ribuan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan itu.
Akibat penyalahgunaan narkoba, dari data yang ditampilkan Gatot, 15 ribu jiwa meninggal setiap tahunnya. Ia juga mengatakan, narkoba yang selama ini ditemukan oleh BNN, belum sampai sepuluh persen dari yang beredar.[acl]