HABADAILY.COM – Puluhan mahasiswa Aceh yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) se Aceh menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Aksi ini dimaksud agar pemerintah tidak menutup mata dengan kondisi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang kritis.
Menurut pendangan MAPALA Aceh, laju deferostasi di TNGL semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya praktek illegal loging dan pembukaan lahan baru. Hingga mengakibatkan bencana banjir terjadi saat intensitas hujan tinggi melanda Aceh.
“Tingkat pemburuan satwa juga semakin merajalela, hingga menggangu habitat satwa kunci endemic TNGL. Padahal TNGL ini merupakan situs warisan dunia masuk warisan hutan tropis yang telah diakui UNESCO,” ungkap Koordinator Aksi, Muhammad Iqbalm, Kamis (17/9).
Aksi berlangsung dibawah pengawalan pihak kepolisian berjalan lancar. Selain berorasi, peserta aksi juga membawa spanduk dan sejumlah poster. Dalam poster-poster itu mengingatkan agar TNGL harus diselamatkan.
Aktivis MAPALA se Aceh juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar berkomitmen menjaga hutan di Indonesia, terutama TNGL yang merupakan paru-paru dunia. Mahasiswa meminta kepada Jokowi agar kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dikembalikan ke Aceh Tenggara.