Habadaily.com

'Sang Pencerah' dalam Debat Kandidat Gubernur Aceh

Habadaily.com
13:09 WIB
'Sang Pencerah' dalam Debat Kandidat Gubernur Aceh
Tarmizi Karim dan Machsalmina Ali

HABADAILY.COM – Debat kandidat Calon Gubernur dan Wagub Aceh 2017 ke-II akan berlangsung, Rabu (11/01/2016) malam dan diperkirakan akan berlangsung semarak dari debat sebelumnya. Semua kandidat telah pengalaman menjadi peserta pada debat kandidat pertama.

Tentunya mereka akan mengatur ulang strategi, mana yang sudah bagus akan diperkuat, mana yang masih jelek akan diperbagus kembali. Namun jangan lupa, debat kandidat bukanlah acara hiburan semata namun ini adalah arena untuk mencari 'Sang Pencerah' bagi Aceh lima tahun mendatang.

Siapakah Sang Pencerah yang dimaksud dalam debat kandidat Gubernur Aceh? Saya melihat ada beberapa kandidat yang mencerahkan masyarakat Aceh. Memang tidak banyak, salah satunya adalah Dr. Ir. Tarmizi Karim, M.Sc. Pada acara debat kandidat pertama, penampilannya sudah banyak mendapat respon positif dari masyarakat Aceh. Visi dan misi yang dibacakan di awal sesi debat telah membuka pemikiran banyak orang  karena memuat begitu banyak permasalahan di Aceh dan solusinya. Visi dan misi yang disampaikan tersebut nyaris sempurna.

Sejumlah isu disampaikan dengan lugas dan terang. Misalnya saja permasalahan pemberdayaan masyarakat, pembangunan  ekonomi yang berbasis agroindustri, pendidikan yang berbasis karakter (akhlak mulia), memperkuat pelaksaan perdamaian yang berkelanjutan berdasarkan prinsip keadilan, kesetaraan  dan  penghormatan  pada  hak  asasi  manusia, penerapan Syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat, pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan, pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak dan lain sebagainya. Nyaris semua persoalan telah dikupas mendalam oleh kandidat Tarmizi Karim.

Dalam durasi debat yang terbatas tentu saja tidak semua hal bisa dijelaskan secara detail dan komprehensif oleh beliau. Namun setidaknya, dari apa yang disampaikan sudah bisa ditebak kearah mana masa depan Aceh akan dibawanya. Apa yang disampaikan oleh Tarmizi Karim adalah persoalan-persoalan ril yang dihadapi masyarakat sehari-hari.  Sedangkan solusi yang ditawarkan adalah berdasarkan kemampuan dan pengalaman beliau puluhan tahun berkecimpung dalam pemerintahan. Jadi bukan sesuatu yang bersifat “cet langet” kata orang Aceh.

Debat kandidat bukanlah arena hiburan ataupun untuk lucu-lucuan semata ataupun yang lebih tragis lagi ajang menuding keburukan orang lain. Bukan pula menyampaikan retorika hingga berbusa-busa, kalimat mengambang di awang-awang, kata-kata abstrak yang ntah bagaimana mengeksekusinya nanti ataupun bualan kosong yang tak mungkin direalisasikan oleh sang kandidat. Arena debat sejatinya tempat para kandidat menyampaikan  potret persoalan yang dihadapi masyarakat dan bagaimana mengatasinya secara realistis.

Jadi marilah nanti malam kita menyaksikan kembali Sang Pencerah menyampaikan programnya dalam membawa Aceh ke dalam negeri yang sejahtera, makmur dan damai, berlandaskan Syariat Islam serta dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.[tim]

Habadaily.com