Baoh Simaknem, Air Terjun Tersembunyi di Tepian Bukit Simeulue

Ahmad | habadaily.com | 26 November 2016, 11:41 WIB
Baoh Simaknem, Air Terjun Tersembunyi di Tepian Bukit Simeulue Air terjun Bao Simaknem di tepian bukit Teupah Barat, Simeulue | Ahmad | Habadaily.com

HABADAILY.COM - Kabupaten Simeulue tidak hanya dikaruniai tepian pantai dengan corak pasir nan indah. Tepian perbukitannya juga menyimpan berbagai destinasi wisata elok yang tersembunyi di balik bebatuan dan hutan rimba di tengah kepulauan itu.

Salah satu yang kini mulai ramai dikunjungi para pelancong terutama para bule atau wisatawan manca negara, yaitu air terjun di Leubang Hulu, Kecamatan Teupah Barat. Warga setempat memberi nama lokasi air terjun ini dengan Baoh Simaknem.

Destinasi di Simeulue yang satu ini memang tersebunyi. Untuk mencapai lokasi harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki sejauh lima kilometer dari Desa Leubang Hulu. Di posisi perjalanan 500 meter sebelum lokasi air terjun gemuruh airnya sudah mulai membisik kuping. 

Jalan menuju ke sana belum ada, kecuali jalan setapak yang biasa dilalui petani kebun dan pencari rotan. Lokasi air terjun tersebut boleh dikatakan masih 'perawan'. Belum ada satupun bangunan berupa gubuk tempat berteduh.

Bagi para pengunjung yang berwisata ke sana harus membawa bekal lengkap. Termasuk tenda untuk istirahat. Pengunjung yang hendak ke sana juga harus dipandu oleh penduduk lokal yang mengetahui situasi dan cuaca.  

Karena, abila jalan yang dilalui sedikit meleset, bisa saja  tersesat ke belantara hutan.  Lokasi itu juga ada lima anak sungai yang rentan meluap saat hujan.  

"Baoh Simaknem, belum terpoles bagus hingga saat ini. Meski banyak bule yang kerap dikunjungi lokasi air terjun itu," Kades Leubang Hulu, Kecamatan Teupah Barat, Mardjoni kepada Habadaily.com, Selasa 22 November 2016. 

Setiap hari turis asing ada saja yang berkunjung ke sana. Menuju lokasi, mereka selalu dituntun oleh wraga desa sebagai penunjuk jalan. "Hari ini saja ada turis yang tengah ke sana, mereka selalu didampingi warga kita dan memang untuk kesana masih sangat sulit, dan belum ada gubuk untuk tempat beristirahat," katanya.

Meskipun masih alami dan belum ada polesan apapun untuk mendukung destinasi air terjun tersebut, namun telah dapat membantu pendapatan ekonomi warga setempat, walau sekedar sebagai pemandu turis yang hendak melancong ke air terjun itu.

Menurut Mardjoni, pihaknya telah berulang kali melaporkan keberadaan air terjun itu kepada Pemerintah Simeulue. Tujuannya agar dibenahi agar bisa menghasilkan Pengasilan Asli Daerah (PAD) untuk kabupaten itu. 

Namun demikian, pemerintah di sana bagai tak acuh, setiap tahun tak kunjung ada wacana untuk memperindah destinasi wisata di tepian bukti tersebut.

"Sudah dua bupati yang berjanji akan membangun air terjun kita itu. Sejak Bupati Darmili hingga Bupati Riswan, tapi sampai saat ini tidak ada kenyataannya," kata Marjoni dengan nada kecewa.[jp]