Panorama Pantai Wadam Simeulue

Ahmad | habadaily.com | 20 Mei 2017, 17:03 WIB
Panorama Pantai Wadam Simeulue Pantai Wadam Simeulue

HABADAILY.COM - Keindahan panorama sejumlah pantai di Kabupaten Simeulue sudah bukan rahasia umum lagi. Satu persatu lokasi yang sebelumnya tak terjamah wisatawan, kini mulai muncul seiring berkembangnya sarana transportasi menuju ke berbagai lokasi.

Salah satu lokasi baru yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal dan manca negara di Pulau Simeulue adalah pantai wadam. Wisata pantai yang terletak di Desa Amaiteng Mulia, Kecamatan Simeulue Timur atau sekitar 3 kilometer dari Kota Sinabang.

Nama pantai ini memang agak berbeda dengan nama sejumlah pantai di wilayah kepulauan penghasil lobster tersebut. Penabalan nama pantai wadam atau dalam bahasa nasionalnya pantai "Bencong atau Banci alias Waria" karena sejarah heroik di masa lalu.

Konon, nama itu berawasl dari kisah 80-an tahun silam. Kala itu, sejumlah pria dewasa yang berpenampilan dan berpakaian layak perempuan, rutin mengunjungi pantai tersebut untukmencuci pakaian dan mencari kerang. 

Lokasi itu memang tampak indah untuk mencuci pakaian karena ada anak sungai dengan volume air sedikit yang turun dari bukit dan mengalir ke laut Teluk Sinabang. Di muara sungai kecil tanahnya menjadi tempat berkembang biaknya kerang (lokan) laut.

Sementara di tepian pantai dekat anak sungai ini ditumbuhi rumput sehingga cocok untuk tempat menjemur kain. Sambil menunggu keringnya jemuran, pria berperilaku perempuan itu menghabiskan waktu dengan mencari kerang.

Saat Habadaily.com, memasuki lokasi pantaiitu, terlihat sejumlah warga sedang memperbaiki perahu. Tiga unit rumah semi permanen milik warga yang menghadap langsung ke Teluk Sinabang. Di sekitarnya ada rumput yang pendek diduga karena dimakan ternak.

Hanya berjarak sekitar lebih 200 meter dari rumah terakhir milik warga, dijumpai anak sungai yang bermuara langsung ke Teluk Sinabang, yang dulunya menjadi lokasi tempat mencuci dan mandi para Wadam. Muara anak sungai itu menghasilkan pantai pasir putih seluas sekitar 20x20 meter, sedangkan sisanya berpasir hitam.

Sementara arah bukit yang juga masih berstatus kebun milik warga, menambah eksotis pantai wadam, selain hilir mudik perahu dan kapal ikan, juga di kejauhan deretan rumah warga Kota Sinabang, serta menara kubah mesjid menjulang tinggi serta tower alat komunikasi juga semakin menjadikan pantai wadam kian melegenda. 

"Menurut sejarah masa lalu, faktor itulah sehingga nama lokasi wisata ini diberi nama pantai wadam ," kata Nasir (60), warga Desa Amaiteng Mulia, Kecamatan Simeulue Timur kepada Habadaily.com, Selasa pekan lalu.

 Masih menurut Nasir, pada masa itu setiap hari pantai itu kerap didatangi lima hingga 10 orang pria berprilaku kaum hawa hanya untuk kegiatan mencuci, mandi dan cari kerang maka warga menyebut dengan nama pantai wadam dan melekat hingga saat ini.

Namun jumlah kaum wadam tersebut seiring waktu semakin berkurang dan berlakunya syariat islam di bumi Simeulue, sehingga diduga ada yang memilih untuk hengkang ke luar daerah maupun ada yang telah sadar, sehingga kembali menjadi sosok pria sejati.

"Menurut vcerita, dulu di Pulau Simeulue ini banyak wadam, tapi makin lama makin berkurang, mungkin karena ada yang telah sadar setelah berlakunya syariat islam, tapi nama pantai itu melekat hingga sekarang," imbuhnya.

Meskipun nama pantai itu, terbilang aneh dan asing ditelinga namun kini areal pantai dengan panjang lebih dari 600 meter, selain dimanfaatkan sebagai tempat penambahan perahu juga kini telah ada tiga unit rumah warga. Dan, menurut keterangan warga bakal dibangun lapangan olaharag futsal milik organisasi pemuda desa setempat.

Untuk akses menuju ke pantai Wadam itu, juga telah dibangun jalan dan dermaga tambatan perahu oleh Pemerintah Desa Amaiteng Mulia, ‎sehingga setiap sore hari di sana dikunjungi warga untuk menikmati pemandangan Teluk Sinabang, juga tempat bermain anak-anak.

"Pantai ini, telah kita prioritas menjadi lokasi wisata dan tempat olahraga untuk pemuda, kalau dulunya sulit dilalui kini sudah ada jalan dan dermaga tambatan perahu nelayan kita", kata Sama Aditel, Kades Amaiteng Mulia. 

Dengan akses jalan yang bagus, ditambah nama pantai yang agak asing dapat menjadi daya pikat bagi warga yang belum mengetahui lokasi pantai dengan nama pantai wadam. Akhir-akhir ini  Pantai ini semakin ramai pengunjung untuk rekreasi.

Namun demikian, kata Kades, masih harus bekerja untuk sosialisasi kepada warganya untuk penataan pantai itu, termasuk untuk tidak membuang sampah di sekitar pantai dan teluk. Bangkai-bangkai perahu yang rusak juga jangan ada di bibir pantai.

"Saat ini juga masih adanya jamban atau wc yang didirikan warga yang langsung ke dalam Teluk Sinabang, terutama deretan rumah warga yang berada di pinggir jalan utama antar Kecamatan," katanya.

Abdul Karim, Kadis Pariwisata Kabupaten Simeulue mengatakan, perbaikan pantai wadam ini sudah menjadi salah satu program dinasnya di tahun 2018. Pantai ini akan juga ditetapkan sebagai salah satu lokasi destinasi wisata sepeda air, karena didukung dengan air lautnya yang sangat tenang dan lokasinya sangat mudah dijangkau.

Menurut Abdul Karim, langkah awal untuk objek wisata itu adalah membangkitkan kesadaran dan peran aktif warga supaya menjaga kebersihan pantai yang kini masih dipenuhi bangkai boat dan perahu nelayan yang rusak.

"Masih butuh peran aktif dan kesadaran warga, supaya menjaga asset wisata itu, terutama kebersihan Teluk dan Pantai, sehingga nantinya dengan semakin ramai dikunjungi lokasi itu, juga akan menambah pendapatan warga sekitar," katanya.[jp]