Habadaily.com

33 Pelatih Sepak Bola Aceh Ditraining Instruktur Luar Negeri

Habadaily.com
21:36 WIB
33 Pelatih Sepak Bola Aceh Ditraining Instruktur Luar Negeri

HABADAILY.COM - 33 pelatih sepak bola di Aceh mengikuti  Traning of Trainer (ToT)  selama empat hari di Banda Aceh. Dengan instruktur dari luar negeri, seperti Tejas Ramakrisna dari India, Arnaud Nicolas dari Perancis, Emily Lynn dari Amerika Serikat, serta seorang dari Indonensia yakni Frans Gasper Paraibabo. 

ToT tersebut digagas oleh Uni Papua Football Communinity bertajuk " Coach Across Continents (CAC)". Trainingi ini berlangsung di Lapangan Sintesis Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, 2-5 Oktober 2017.  

Koordinator Uni Papua Football Community Aceh Fauzaini menyebutkan, CAC ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya digelar pada September 2016. Ada 33 pelatih sepak bola yang ikut dalam ToT ini, dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Barat Daya, dan Nagan Raya.

“Kali ini kita mendatangkan empat instruktur profesional dari Amerika Serikat, Perancis, India, dan Indonesia," rinci Fauzani pada acara pembukaan ToT tersebut. 

Emily Lynn, instruktur asal Amerika Serikat menambahkan, program yang digagas oleh FIFA ini merupakan sebuah gerakan untuk menanamkan nilai-nilai positif dan pembentukan karakter melalui sepakbola. “Termasuk pemahaman isu-isu terkait pelestarian lingkungan,” kata mantan pemain liga sepakbola Amerika Serikat ini.

Selain di Banda Aceh, pihaknya kata Emily, telah menggelar kegiatan serupa di Atambua, Bali, dan Sorong. “Di Banda Aceh merupakan program kami terakhir di Indonesia, dan kami sangat bersemangat untuk berbagi pengalaman soal sepakbola yang memiliki dampak yang begitu besar terhadap bidang sosial,” katanya.

Untuk ajang “Nation Character Building Through Social Football” tersebut dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Senin (02/10/2017) di Aula Asprov PSSI Aceh yang juga terletak di Kompleks Stadion Harapan Bangsa. Turut hadir di sana Wakil Ketua KONI Aceh T Rayuan Sukma dan Sekjen PSSI Aceh Khaidir TM.

Aminullah menyambut baik kegiatan yang turut didukung oleh PSSI Aceh itu karena menurutnya akan sangat bermanfaat bagi kemajuan persepakbolaan Aceh untuk masa-masa mendatang. “Saya berharap seluruh peserta agar serius mengikuti kegiatan ini, karena ini merupakan kesempatan untuk menjadi pelatih sepakbola handal baik di level lokal maupun level yang lebih tinggi.”

Ia juga berharap ilmu yang didapatkan selama pelatihan nantinya dapat ditransfer kepada anak didik di daerah masing-masing sehingga skill mereka semakin meningkat. “Kepada para instruktur yang berasal dari USA, Perancis, India, dan Indonesia, kami mohon agar dapat memberikan didikan kepada pelatih kita secara maksimal pula,” sambungnya.

Khusus soal olahraga sepakbola, Aminullah menyebut banyak sekali manfaatnya seperti menjadi ajang perekat silaturahmi, menjaga kesehatan, dan memajukan sektor ekonomi kerakyatan.

“Sejak kecil saya sudah mencintai sepakbola. Manfaatnya yang saya rasakan dapat lebih akrab dengan para pemain, komunitas, dan masyarakat. Dari sisi kesehatan juga tetap terjaga. Walaupun sudah memasuki umur 59, tetapi saat bermain bola saya masih serasa 17 tahun,” pungkasnya disambut applause hadirin. [rel/jp]

Habadaily.com