Laga Persiraja-PSBL Langsa Rusuh

Afifuddin Acal | habadaily.com | 30 Juli 2017, 00:25 WIB
Laga Persiraja-PSBL Langsa Rusuh

HABADAILY.COM - Pertandingan antara Persiraja vs PSBL Langsa berakhir rusuh pada babak pertama dalam Liga 2 Indonesia. Tensi permainan sudah tinggi sejak kick off dimulia, hingga puncaknya terjadi duel dan wasit mengeluarkan dua kartu merah sekaligus.

Kartu merah diberikan untuk penyerang Persiraja Fahriza Dillah dan pemain bawah PSBL Langsung Muhammad Nazar. Keduanya diganjar kartu merah karena bersitegang hingga nyaris berkelahi dalam lapangan.

Setelah insiden itu, tensi permainan semakin memanas. Kedua kesebelasan saling menjual serangan dan wasit pun berkali-kali memberikan peringatan. Hingga akhirnya penonton menjadi murka dengan melempar botol minuman air mineral ke arah pemain PSBL Langsa.

Penonton makin memanas saat penjaga gawang PSBL Langsa, Zulbahra sempat memperlambat permainan. Hingga wasit yang memimpin pertandingan Kuspriyanto menghadiahkan kartu kuning untuk kapten tim PSBL Langsa itu.

Tensi tinggi pertandingan derbi Aceh ini semakin memanas hingga babak pertama berakhir dengan kedudukan masing kaca mata. Saat pemain PSBL Langsa hendak masuk ruang istirahat, penonton sempat mengintimidasi dan melempar botol air meniral.

Lalu petugas keamanan pun dengan sigap mengamankan suasana. Pemain PSBL sempat tertahan sementara di tengah lapangan. Baru kemudian dikawal ketat petugas keamanan masuk ke ruang ganti di Stadion Lampineung, Banda Aceh.

Memasuki babak kedua, pemain PSBL Langsa sempat tidak mau keluar dari ruang ganti. Ada sekitar 30 menit lebih pertandingan tertunda karena pemain PSBL Langsa masih mogok main.

Baru kemudian pemain PSBL Langsa keluar ke lapangan setelah mendapat jaminan keamanan dari pihak kepolisian. Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kompol Jatmiko berkali-kali meminta penonton agar tertip dan tidak melemparkan apapun ke lapangan.

Asisten pelatih PSBL Langsa, Kurnia Khalik  mengaku dengan kejadian di lapangan, ketidak ada kenyamanan, meminta kepada pihak kepolisian untuk menjamin keamanan pemain saat itu.

“Jadi kami tidak keluar, meminta jaminan keamanan, alhamdullah pihak kepolisian bisa menjamin dan kami langsung keluar main kembali,” jelas Kurnia Khalik.

Permainan babak kedua tetap masih dalam kondisi tensi tinggi. Saling jual serang pun terlihat, namun Laskar Rencong, julukan Persiraja lebih mendominasi serangan yang dibangun oleh Mukhlis berkonstum 8.

Hingga akhirnya, mantan pemain Timnas U21, Yosua Pahabol asal Papua berhasil memecahkan kebuntuan. Umpan yang diberikan oleh Mukhlis kerjasama antara Vivi Asrizal, Pahabol berhasil mencetak gold an kedudukan Persiraja unggul 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

“Anak-anak cukup baik bermain tadi, meskipun sedikit terprovokasi tadi hingga Fahriza Dillah diganjar kartu merah,” kata asisten pelatih Persiraja, Akhyar.[]