Usut Dana Eks GAM Rp 650 Miliar 'PR' Kejati Aceh

Juli P Mudo | habadaily.com | 12 Januari 2017, 18:07 WIB
Usut Dana Eks GAM Rp 650 Miliar 'PR' Kejati Aceh Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani | foto by acehterkini

HABADAILY.COM - Pernyataan calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam debat kandidat jilid II, Rabu (11/01/2017) malam terkait dana Rp 650 miliar untuk mantan kombatan GAM harus ditanggapi serius.Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh harus segera mengusutnya.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengatakan keberanian Zaini menyampaikan hal itu di depan publik, membuktikan adanya kesenjangan atau permasalahan dalam pengelolaan anggaran yang diplotkan lewat anggaran Aceh pada tahun 2013 itu.  

"Kejati Aceh wajib segera menindaklanjuti dugaan korupsi bantuan untuk kesejahteraan eks kombatan GAM sebesar Rp 650 miliar. Apalagi pernyataan yang disampaikan Gubernur Aceh non aktif itu di depan publik. Artinya ada sesuatu yang terjadi terkait dana bantuan itu dan ini harus menjadi "Pekerjaan Rumah (PR)nya" Kejati Aceh," tegas Askhalani kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (12/01/2017). 

Jauh sebelumnya, GeRAK sudah melakukan investigasi atas pengelolaan anggaran ini dan menemukan dugaan korupsi dari berbagai program yang dibuat. Semua temuan itu, sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) pada tahun 2014.

Seperti pengadaan kapal boat 40 GT pada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh yang realisasi di lapangan banyak yang tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga bantuan itu tidak bisa dimanfaatkan kelompok penerima bantuan. Anggaran untuk proyek ini menghabiskan dana senilaiRp 2,4 miliar.
 
Kemudian pada Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, ada proyek pengadaan ayam Petelur, penggemukan sapi dan pembuatan pabrik pakan Ayam. Untuk pengadaan ayam petelur yang dibeli hanya 2.500 ekor dari yang seharusnya dibelanjakan 100 ribu ekor. Pabrik ayam petelur itu juga tak lagi beroperasi karena pengelola tak sanggup memenuhi kebutuhan pakan ternak. 

"GeRAK juga telah melaporkan langsung dugaan korupsi ini pada 6 April 2016 kepada Wakil Pimpinan KPK Basaria Panjaitan di Banda Aceh," kata Askhalani.

Seperti diketahui, mencuatnya pengusutan dana mantan kombatan GAM Rp 650 miliar tersebut setelah Gubenur Aceh non aktif menyampaikannya di hadapan publik pada debat kandidat Cagub-Cawagub Aceh jilid II, Rabu malam, menjawab pertanyaan, Cagub Apa Karya.   

BACA : Apa Karia Sindir Zaini Soal Dana eks GAM Rp 600 Miliar

Zaini mengatakan, tidak mengetahui dikemanakan dana itu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Persoalan dana ini juga sudah ia serahkan ke Kejati Aceh untuk mengusut siapa yang menyelewengkan anggaran senilai Rp 650 miliar tersebut.[jp]