Profesor California Papar Investigasi Kasus HAM

Redaksi | habadaily.com | 06 Desember 2017, 16:24 WIB
Profesor California Papar Investigasi Kasus HAM Prof. Eric Stover merupakan Human Rights Center dari University of California Berkeley School of Law di AAC Dayan Dawood Unsyiah

HABADAILY.COM – Salah seorang professor asal California, Eric Stover memaparkan tentang penyelidikan atau investigasi forensik terhadap kasus pelanggaran Hak Asasi Manusi (HAM) lewat kuliah umum di AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rabu (06/12/2017).

Prof. Eric Stover merupakan Human Rights Center dari University of California Berkeley School of Law yang diselenggaran oleh Yayasan Yap Thiam Hien. Salah satu contoh investigasi yang dibahas yakni terkait penyelidikan forensik terhadap korban pelanggaran hak asasi manusia di beberapa negara, seperti di Argentina, Bosnia, dan Guatemala.

Menurut Prof Eric tujuan investigasi forensik untuk meluruskan kembali catatan sejarah sekaligus mengetahui siapa yang menjadi korban dan bagaimana korban tersebut meninggal. Investigasi ini dimulai dengan membuat asumsi yang kemudian dicocokkan dengan kerangka korban.

Pekerjaan ini menurutnya merupakan proyek bersama yang melibatkan negara, tim forensik, dan juga keluarga. Selain untuk melindungi keluarga dan mencari kebenaran yang terjadi, investigasi ini juga untuk mengungkapkan sejarah sebenarnya.

“Pekerjaan investigasi forensik ditekankan kepada keluarga dan fokus pada manusia. Sebab yang ingin dicari adalah keadilan dan mempertemukan kembali keluarga yang terpisah,” ujarnya.

Prof Eric mengambil contoh pembantaian yang terjadi di Argentina dan Bosnia yang mengakibatkan hilangnya generasi karena penculikan dan pembunuhan. Untuk itu, ia mengajak mahasiswa dan civitas Unsyiah agar lebih fokus menyuarakan hak asasi manusia sekaligus terlibat dalam penyelesaian konflik.

Sementara Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal mengatakan, perlindungan hak asasi manusia harus melibatkan semua lapisan sehingga menjadi kesadaran kognitif bagi publik. Ia mengambil contoh di Aceh yang telah mendirikan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) sebagai mekanisme alternatif untuk menyelesaikan permasalahan HAM yang terjadi di masa lalu.

Namun, ia berharap komisi ini bukan hanya menyelesaikan konflik antara GAM dan Pemerintah RI, tetapi juga konflik lain yang pernah terjadi Aceh. Sehingga segala permasalahan dapat diselesaikan dengan baik agar dapat fokus membangun Aceh.

“Kami mengajak untuk memanfaatkan beragam peluang dan memberikan contoh yang baik, sehingga menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia terkait isu HAM,” pungkas Rektor.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Yap Thiam Hien, Todung Mulya Lubis, mengatakan kuliah umum ini merupakan agenda tahunan yang digelar di beberapa kota di Indonesia. Selain di Banda Aceh, kegiatan serupa juga akan berlangsung di Jakarta.

Todung menambahkan banyak pertimbangan yang dilakukan untuk mengundang Prof Eric ke Aceh. Salah satunya sebab Aceh memiliki banyak permasalahan dan pengalaman terkait isu HAM. Ia berharap kehadiran Prof Eric di Unsyiah dapat memberikan pemahaman yang baik serta membuka perspektif baru tentang hak asasi manusia.

Turut hadir dalam kuliah umum ini perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Prof Yusni Sabi, Majelis Adat Aceh, Dekan Fakultas, LSM, dan ratusan mahasiswa.[jp/rel]