Tersandung Korupsi, Seorang Camat di Simeulue Diboyong ke Kejati Aceh

Ahmad | habadaily.com | 14 November 2017, 20:48 WIB
Tersandung Korupsi, Seorang Camat di Simeulue Diboyong ke Kejati Aceh Tersangka RN (tengah berpeci) di Bandara Lasikin Simeulue, sesaat sebelum terbang ke Kualanamu, Sumatera Utara | Ahmad | Habadaily.com,

HABADAILY.COM -  Salah seorang Camat di Kabupaten Simeulue, berinisial RN (51) diboyong ke Banda Aceh oleh penyidik Polres Simeulue, Selasa (14/11/2017). RN yang sudah ditetapkan tersangka atas dugaan kasus korupsi itu, selanjutnya akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Aceh.

Tersangka RN dibawa ke Banda Aceh menggunakan pesawat Wigs Air dari Sinabang menujua Kualanamu, Sumatera Utara yang dikawal ketat aparat kepolisian. Tersangka RN yang memakai jaket hitam plus peci putih tersebut,  tampak terbang satu pesawat dengan Bupati Simeulue Erly Hasyim, Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Djamaluddin, dan seorang Anggota DPRK Simeulue.

Sampai di Kualanamu, RN kemudian akan dibawa ke Banda Aceh, dan pada Rabu 15 November 2017 diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Aceh. “Iya hari ini tersangka kita bawa ke Banda Aceh untuk kemudian kita serahkan ke Kejaksaan Tinggi Aceh, Rabu besok,” kata Kapolres Siemulue AKBP Ayi Satria Yudha melalui Kasatreskrim Iptu Irwansyah di Bandara Lasikin, Semeulue, Selasa (14/11/2017).

Menurut  Kasatreskrim, tersangka RN dibawa ke Banda Aceh untuk pelimpahan tahap dua, dari penyidik Polres Simeulue ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sinabang. Pelimpahan tahap dua itu dilaksanakan penyidik setelah berkas tersangka RN dinyatakan lengkap (P-21) oleh JPU, pada Tanggal 30 Oktober 2017.

JPU Kejari Simeulue selanjutnya akan melimpahkan tersangka RN ke Pengadilan Tipikor untuk proses penuntutan. Namun, karena Pengadilan Tipikor untuk Aceh adanya hanya di Banda Aceh, sehingga penyerahan RN dari polisi ke jaksa digelar di Ruang Pidana Khusus, Kejati Aceh.

"Bersama tersangka RN, kita turut bawa juga berkas perkara dan barang-bukti surat yang kita sita. Itu semua akan kita serahkan ke Kajaksan Tinggi Aceh bersamaan dengan tersangka,” kata Iptu Irwansyah sesaat sebelum tersangka dinaikkan ke dalam pesawat,  Selasa (14/11/2017).

Dugaan kasus korupsi yang melilit oknum Camat ini terjadi anggaran pembangunan Kantor Camat Simeulue Barat,  Kabupaten Simeulue tahun 2010-2012.   Proyek yang didanai DAU-APBK Rp 469 juta lebih ini diduga telah merugikan uang daerah Rp.260 juta.

Dalam proyek itu, RN merupakan Komisaris CV Alafan Mandiri, perusahaan yang mengerjakan proyek dengan Direktur YA (46). YA juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dengan kerugian negara Rp 260 juta ini. Pada pengerjaan proyek itu, RN dan YA telah menarik uang 100 persen, sementara progres pengerjaan belum selesai atau tidak sesuai dengan kontrak kerja yang ditandatangani.

Atas kasus ini, pada 18 September 2017, pihak Polres Simeulue juga telah menyita satu unit rumah dan sebidang tanah milik RN di Komplek Adrres Cempaka Madani, Blok F No. 28, DesaTanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Saat ini tersangka RN masih tercatat sebagai salah seorang Camat pada salah satu kecamatan di Kabupaten Simeulue. [jp]