Sudah Habiskan Dana Rp 41,6 M

Pemkab Simeulue Diminta Serius Tangani Kasus PMKS

Juli P Mudo | habadaily.com | 14 November 2017, 14:31 WIB
Pemkab Simeulue Diminta Serius Tangani Kasus PMKS Daftar pencarian anggaran proyek PMKS | Dok. Habadaily.com

HABADAILY.COM - Pemerintah Kabupaten Simeulue diminta untuk serius dalam persoalan pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang sudah menghabiskan anggaran kabupaten hingga Rp 41,6 miliar sejak 2011. Tidak hanya memanggil manajemen PT Amarta Karya selaku rekanan, tetapi juga melaporkannya ke penegak hukum.

Demikian disampaikan Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani SHI, menanggapi kondisi proyek PMKS Simeulue yang sudah mulai dibangun sejak tahun 2010, dengan nilai kontrak Rp.47,8 miliar, sementara fisik bangunannya hingga kini belum rampung.

BACA: PMKS Simeulue: Anggaran Ditarik Sudah Rp 41,6 M, Proyek tak Siap-siap

“Harapan kita Pemkab harus serius, laporkan ke penegak hukum apabila menilai ada potensi merugikan keuangan daerah,” kata Askhalani pada Habadaily.com, Selasa (14/11/2017).

Anggaran senilai Rp 41,6 miliar dari nilai kontrak Rp 47,8 miliar untuk tingkap Kabupaten Siemuelue, sudah cukup besar bila dibandingkan dengan APBK tiap tahunnya. Untuk itu, perusahaan rekanan harus bertanggung jawab atas anggaran tersebut. Pemerintah juga demikian karena telah memberikan pekerjaan pada perusahaan yang tidak bertanggungjawab.

Di satu sisi, kata Askhalani, Kabupaten Simeulue yang tengah merangkak maju butuh pembangunan dari berbagai aspek, pembangunan ekonomi, infrastruktur untuk pendapatan daerah (PAD) dan ekonomi warganya. Pembangunan PMKS itu sudah tepat karena sudah ada kebun PDKS.

“Tapi di satu sisi, anggaran daerah harus dipertanggungjawabkan oleh pemerintah setempat. Maka penggunaannya harus tepat sasaran dan tidak merugikan daerah,” katanya Askhal.

Sebelumnya, persoalan proyek PMKS itu Pemkab setempat telah memanggil manajemen PT Amarta Karya, rekanan PMKS di kantor bupati setempat, Sabtu 11 November 2017. Pertemuan itu turut juga dihadiri Bupati Simeulue Erli Hasyim, Sekda Simeulue Naskah Bin Kamar, pimpinan DPRK Simeulue bersama anggota juga Direktur PDKS Ir Yazid.

Dalam pembicaran disebutkan, pembangunan PMKS yang sudah berlangsung sejak 2010 atau semasa Bupati Darmili (2002-2012), dilanjutkan masa kepimpinan Bupati Riswan NS (2012-2017).

Namun hingga saat ini progres proyek masih tidak sebanding dengan anggaran yang sudah ditarik. Anggaran sudah mencapai Rp 41,6 miliar dari nilai konrak Rp 47,8 miliar, sementara progres pembangunan yang sudah dimulai dari tahun 2010 itu, ditaksir baru 87 persen.[]