Tersangka Dugaan Korupsi MADU Sabang Terancam Dijemput Paksa

Juli P Mudo | habadaily.com | 14 November 2017, 10:12 WIB
Tersangka Dugaan Korupsi MADU Sabang Terancam Dijemput Paksa ilustrasi

HABADAILY.COM- Dua tesangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Madrasah Terpadu (Madu-red) di Kota Sabang, terancam dijemput paksa oleh tim penyidik kejaksaan. Penjemputan itu karena keduanya sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Kedua tersangka yaitu, Ir Zahidi Irwanda selaku Direktur Utama PT Donya Lestari Consultant dan Dedi Gunawan Direktur Utama PT Pemvad Kharisma. Keduanya merupakan konsulatan dan rekanan dalam proyek Kemenag Aceh di Sabang dengan anggaran Rp.31 miliar tahun 2005-2011.

“Kalau panggilan ketiga nantinya mereka juga tidak hadir, maka kita lakukan penjemputan paksa,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, Suhendra SH pada media ini beberapa waktu lalu.  

Suhendra mengatakan, berkas perkara kedua tersangka tersebut sudah mau memasuki pelimpahan tahap dua, dari penyidik ke penuntut umum. Namun untuk melengkapi agar berkas dinyatakan lengkap (P-21) oleh penuntut umum harus ada keterangan tambahan dari kedua tersangka.

Sehingga pada akhir September 2017, katanya, dirinya memanggil kembali kedua tersangka untuk datang ke Kejaksaan Tinggi Aceh guna memberikan keterangan tambahan. Tetapi keduanya baik tersangka  Zahidi  maupun Dedi tidak mengindahkan pemanggilan.

Kemudian pada 30 Oktober 2017, Suhendra kembali memanggil kedua tersangka melalui surat resmi agar pad, 6 November 2017 datang ke Kejaksaan Tinggi Aceh. “Tetapi pada kedua ini keduanya juga tidak datang memberikan keterangan,” ujar Suhendra.

Suhendra mengatakan kembali akan melayangkan surat panggilan ketiga kepada kedua tersangka dalam bulan November 2017ini. Dan, apabila keduanya juga tidak menghadiri panggilan maka penyidik Kejari Sabang dan Kejati Aceh akan menjemput paksa kedua tersangka.

“Kalau saat dijemput tidak berada di tempat maka meminta bantua kepolisian dan kejaksaan seluruh Indoensia untuk menjemput mereka dimana pun mereka berada. Alternatif terakhir dengan menetapkan keduanya dalam DPO kejaksaan,” tegas Suhendra.  

Sekedar mengingatkan, kasus dugaan korupsi pembangunan Madrasah Terpadu (Madu) di Sabang beranggaran Rp.31 miliar merupakan proyek Kemenag Aceh tahun 2005-2011. Namun dalam pelaksanannya diduga banyak penyimpangan.

Sehinga pada November 2013 Kejari Sabang melidik dugaan korupsi tersebut.  Pada Februari 2014 penyidik meningkatkan status kasus ke penyidikan, dengan surat perintah penyidikan dengan nomor surat Print-39/N.1.11/Fd.1/02/2014 tanggal 24 Februari 2014. Pada peningkatan itu peyidik Kejari Sabang bahkan sudah menetapkan Zahidi dan Dedi sebagai tersangka. []