Bongkar Prostitusi Daring, Polisi Selidiki Pemesan PSK di Banda Aceh

Afifuddin Acal | habadaily.com | 23 Oktober 2017, 13:24 WIB
Bongkar Prostitusi Daring, Polisi Selidiki Pemesan PSK di Banda Aceh Foto by Elshinta.com

HABADAILY.COM - Polisi membongkar praktik prostitusi online di Banda Aceh. Hasilnya, petugas mengamankan enam wanita yang diduga Perempuan Seks Komersial (PSK) dan seorang germo berinisial AI (24) yang disapa 'papi'.

Dari hasil penyelidikan, keenam wanita tersebut dikembalikan ke orangtua masing-masing namun berada dibawah pengawasan Polresta Banda Aceh. Sedangkan AI ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di tahanan Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin mengatakan keenam wanita tersebut terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatan itu, sebelum dikembalikan ke orangtua masing-masing.

"Dalam waktu dekat akan kita panggil orangtua masing-masing, karena mereka itu korban prostitusi online yang dilakukan oleh tersangka," kata Kombes Pol T Saladin, Senin (23/10/2017) di Mapolresta Banda Aceh.

Saladin menyebutkan, berdasarkan pengakuan tersangka, tarif sekali pesan kisaran antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta. Tempat mereka beroperasi pindah-pindah ke beberapa lokasi di Banda Aceh.

Petugas sekarang, sebutnya, sedang menelusuri siapa saja pengguna praktik prostitusi daring ini. Namun hingga sekarang petugas masih melakukan penyelidikan dan akan membongkar semua praktik tersebut di Banda Aceh.

"Kita segera telesuri siapa saja yang menjadi pengguna di Banda Aceh," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polresta Banda Aceh berhasil membongkar praktek prostitusi daring di Banda Aceh. Praktek ini sudah berlangsung selama 2 tahun dan PSK didatangkan dari luar Aceh.

Hingga sekarang polisi sudah menetapkan dua tersangka, satu sudah berhasil ditangkap berinisial AI sebagai 'papi'. Sedangkan rekan AI berinisial N sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Banda Aceh.

"Tersangka N masih buron dan semua identitas dia sudah kita kantongi," tutupnya. [merdeka/acl]