Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Penganiayaan Anak di Pidie

Kon.Rudi | habadaily.com | 19 Agustus 2017, 13:00 WIB
Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Penganiayaan Anak di Pidie

HABADAILY.COM - Polres Pidie telah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap bocah dua tahun berinisial SA di Gampong Kreung Seukeuk, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Saksi yang dimintai keterangan diantaranya ibu kandung korban, Ainal Mardian dan ayah tirinya Saiful Ihwan. Kemudian pamannya korban Tarmizi berserta istrinya Nuraini.

Selanjutnya saksi lain yang dimintai keterangan oleh polisi yaitu Junaidi selaku Sekdes dan Abu Bakar perangkat Gampong (Tuha Peut), dan seorang warga gampong Krueng Seukeuk, Rahmaniar.

"Hasil pemeriksaan ketujuh orang saksi, kasus bocah ini belum mengarah  pada penganiayaan," kata Kapolres Pidie melalui Kaur Bin Ops (KBO) Ipda Iskandar Sealian SH, Jum'at (18/08/2017).

Menurut Iskandar berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saksi, bocah berinisial SA tidak dilakukan tindakan kekerasan. Melainkan bocah tersebut mengalami sakit cacar dan jatuh dari kendaraan hingga mengalami luka patah.

Ia menjelaskan, alasan orang tua korban tidak berada di rumah sakit dikarenakan terkendala dengan ekonomi, sehingga tidak mempunyai biaya untuk pulang pergi dari Tangse ke rumah sakit daerah Tgk Chik Ditiro Sigli.

Mereka dikatakan sebelumnya tinggal di Padang Sumatera Barat, kemudian pulang ke Tangse ke tempat saudaranya Tarmizi, tidak lama tinggal di sana kemudian pindah ke rumah kontrakan yang berdekatan dengan rumah keluarganya itu.

"Berdasarkan pengakuan warga yang kita minta keterangan sebagai saksi, ia mengaku sempat melihat kejadian saat korban jatuh dari sepeda motor," ujar Iskandar.

Diketahui SA saat ini masih dirawat di rumah sakit di ruangan bedah. SA sudah menjalani perawatan sudah dua pekan lebih sejak dilarikan kerumah sakit pada awal Agustus 2017.

Sementara polisi terus mendalami kasus dugaan penganiayaan ini. Bahkan selain tujuh orang saksi yang telah dimintai keterangan, sejumlah saksi lain juga akan dimintai keterangan nantinya agar mendapatkan titik temu.

"Kami belum bisa menyimpulkan, apakah ini penganiayaan maupun bukan, hingga saat ini kita terus dalami. Selain kita kumpulkan keterangan dari saksi saksi, juga kita minta hasil visum dari dokter," tutup Iskandar.[acl]