Habadaily.com

Sedang Pesta Sabu, Anggota DPRA Diringkus Polisi

Habadaily.com
23:33 WIB
Sedang Pesta Sabu, Anggota DPRA Diringkus Polisi

HABADAILY.COM – Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berinsial JD (36) ditangkap Satnarkoba Polresta Banda Aceh sedang asyik pesta sabu di Gampong Paleuh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (9/8/2017) sekira pukul 20.00 WIB.

Selain anggota DPR Aceh, turut diamankan 3 rekannya sedang pesta sabu masing-masing berinisial HS (35), JN (31) warga setempat dan ZH (35) warga Aceh Timur. Saat ditangkap, keempat tersangka baru saja selesai menggunakan sabu ronde pertama.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin melalui Kasat Narkoba, Kompol Syafran mengatakan, penangkapan ini merupakan pengembangan dari tim Melati, setelah mendapat laporan dari masyarakat. Selama ini, masyarakat setempat resah keempat tersangka tersebut sering menggunakan sabu di gampong tersebut.

“Mereka sudah sering menggunakan sabu di gampong tersebut, di sebuah balai. Besama anggota DPRA itu juga ikut diamankan ajudan pribadinya,” kata Kompol Syafran, Kamis malam (10/8/2017) di Mapolresta Banda Aceh.

Kata Kompol Syafran, informasi dari warga pelaku sudah sering melakukan pesta sabu di gampong tersebut. Warga setempat sudah berulang kali mengingatkan dan menegur keempat pelaku itu. Akan tetapi, keempat pelaku tersebut, satu diantaranya anggota DPRA fraksi Partai Aceh tidak menggubrisnya.

“Karena itu ketua pemuda dan perangkat gampong melaporkan kepada polisi,” jelasnya.

Saat ditangkap keempat pelaku baru saja pesta sabu. Di lokasi penagkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 pipet plastik berwarna kuning, dua tutup botol air mineral, botol air mineral yang sudah dilobang, 1 kompor sabu dan satu pucuk senjata airsoft gun milik anggota DPRA.

“Total sabu yang disita di lokasi seberat 0,63 gram,” jelasnya.

Kata Kompol Syafran, Kapolresta berpesan untuk kasus narkoba pihaknya tidak pandang bulu. Siapapun yang terlibat, baik itu anggota polisi, anggota dewan dan lainnya tetap akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Keempat pelaku saat ini sudah mendekam di tahanan Polresta Banda Aceh. mereka dijerat pasal 114 ( ayat 1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Pelaku dapat dipidana dengan ancaman mati, seumur hidup atau paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun kurungan badan.[]

Habadaily.com