Habadaily.com

Hasil Survei, Warga Aceh Masih Percaya KPK Berantas Korupsi

Habadaily.com
14:27 WIB
Hasil Survei, Warga Aceh Masih Percaya KPK Berantas Korupsi
Frazna Fadilla, Peneliti Polling Center memaparkan hasil survei lembaganya pada diskusi di Banda Aceh, Rabu (26/07/2017) | Habadaily.com

HABADAILY.COM - Kepercayaan masyarakat Aceh terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap tindak pidana korupsi di negeri ini khususnya di Aceh, masih tinggi. Hal itu dikuatkan hasil survei lembaga Polling Center terhadap 457 sampel pada 21 atau 42 desa di Aceh.

Melalui diskusi publik yang diselenggaran Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Polling Center,  dan ICW di Banda Aceh, Rabu (26/07/2017) menyebutkan, dari 457 sampel ini, 79 persen diantaranya masih sangat percaya kepada KPK dalam hal pembertasan rasuah tersebut.

Sementara kepercayaan kepada Kejaksaan Agung hanya pada posisi 57 persen dan kepolisian 53 persen. “457 sampel ini kami lakukan dengan melakukan tatap muka dari rumah ke rumah, menggunakan telfon gengam dan tablet. Para sampel berusia 19 tahun lebih dan di bawah 19 tahun yang berstatus menikah lebih kurang 4,6 persen. Ini kami jalankan sejak Apri-Mei 2017,” kata Frazna Fadilla, Peneliti Polling Center.

Masyarakat Aceh sebenarnya terus pesimis terhadap tren korupsi yang terjadi di negeri dan khusus di wilayahnya. Begitupun, masih rasa optimisme pada diri mereka, karena dinilai masih tumbuh peningkatan keseriusan pemerintah dalam hal melawan korupsi.

Sedangkan bentuk korupsi yang tren dirasakan, didengan dan dibaca oleh para sampel yakni dalam bentuk suap-suap kecil atau gratifikasi. Suap dan gratifikasi ini trennya terjadi pada tes Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan oleh pihak kepolisian."Rasa dan harapan optimisme para sampel untuk memberantas persoalan ini, masih tertuju kepada KPK,” jelasnya didampingi Peneliti ICW Almas Sjafrina dan Saryulis dari MaTA.

Kenapa KPK Masih Enggan ke Aceh?

Menyikapi hasil survei Polling Center ini,  Dosen Hukum Unsyiah Mawardi Ismali mengatakan, dengan masih tingginya kepercayaan publik khususnya di Aceh, sudah semestinya KPK untuk turun tangan ke Aceh guna menyelidiki untuk penindakan sejumlah dugaan korupsi di Aceh.

Sebelumnya KPK sudah menyatakan Aceh akan menjadi salah satu target pengawasan oleh KPK. Setelah lewat pencegahan kemudian masuk ke penindakan. “Namun kita melihat potensi-potensi dugaan korupsi di Aceh masih saja terjadi. Lalu kenapa KPK masih enggan datang ke Aceh,” kara Mawardi yang memberi tanggapan pertama pada diskusi yang di gelar di salah satu hotel di Banda Aceh tersebut.

Mawardi Ali juga sempat menyindir soal penanganan korupsi Rp 650 miliar yang kini tengah ditangani penegak hukum di Aceh. Menurutnya, dengan turun tangannya KPK sehingga persoalan-persoalan besar seperti ini bisa tertangani dengan baik.

Dalam diskusi digagas MaTA, ICW dan Polling Center bertema “Desiminiasi Hasil: Survei Nasional Anti-Korupsi” ini turut dihadiri Ketua Ombudsman Aceh, Taqwadin, Koordinator MaTA Afian, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Aceh, perwakilan BPK dan BPKP serta beberapa wartawan media cetak dan elekteronik di Aceh.[]

Habadaily.com